www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


AI Masuk Ruang Redaksi, PWI Dumai Ingatkan Wartawan Jangan Tinggalkan Verifikasi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:24:22 WIB
Ketua PWI Kota Dumai, Bambang Prayetno (kemeja putih) bersama Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar (paling kanan) dalam kegiatan workshop AI PWI Dumai.(foto: istimewa)
Ketua PWI Kota Dumai, Bambang Prayetno (kemeja putih) bersama Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar (paling kanan) dalam kegiatan workshop AI PWI Dumai.(foto: istimewa)

DUMAI - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah cara industri media bekerja.

Namun, kemudahan teknologi tidak boleh membuat wartawan mengesampingkan verifikasi, independensi, dan etika jurnalistik.

Pesan tersebut mengemuka dalam Workshop Jurnalistik PWI Kota Dumai bertajuk “Peran Artificial Intelligence dalam Jurnalistik: Menjaga Kualitas, Kredibilitas, dan Etika Pers di Era Digital” yang digelar di Gedung Balai Sri Bunga Tanjung, Dumai, Selasa (11/8/2026).

Sebanyak 75 wartawan dari media cetak, elektronik, dan siber mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut.

Workshop ini menjadi salah satu langkah PWI Kota Dumai meningkatkan kapasitas wartawan menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.

Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Dumai H Paisal, Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, unsur Forkopimda, Wakil Bendahara PWI Pusat Herlina dan Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar.

Kemudian, Sekretaris PWI Riau Doni Dwi Putra beserta jajaran, Kepala Diskominfotiksan Kota Dumai Hasan Basri, serta sejumlah pimpinan perusahaan dan mitra PWI Dumai.

Ketua PWI Kota Dumai, Bambang Prayetno mengatakan, kehadiran AI dalam ekosistem media merupakan perkembangan yang sulit dihindari.

Karena itu, wartawan perlu memahami cara memanfaatkannya secara produktif sekaligus mengetahui batas penggunaan teknologi tersebut.

Menurut Bambang, AI semestinya digunakan untuk membantu pekerjaan jurnalistik, bukan mengambil alih tanggung jawab profesional wartawan.

“Teknologi AI saat ini berkembang sangat cepat dan menjadi alat bantu yang tidak bisa kita hindari dalam industri media," kata Bambang.

"Melalui workshop ini, kami ingin memastikan wartawan di Kota Dumai tidak hanya piawai mengadopsi teknologi modern, tetapi tetap teguh memegang etika, independensi, serta menjaga kredibilitas karya jurnalistiknya,” sambungnya.

Ia menekankan, kecepatan produksi informasi tidak boleh mengalahkan prinsip dasar jurnalistik. Setiap informasi yang diperoleh atau diolah dengan bantuan AI tetap harus diperiksa kembali melalui proses verifikasi dan penilaian wartawan.

Dengan demikian, kemampuan menggunakan AI perlu berjalan beriringan dengan kemampuan jurnalistik konvensional, mulai dari mencari sumber, melakukan wawancara, melakukan verifikasi hingga memastikan informasi yang disajikan kepada masyarakat benar dan berimbang.

Ketua PWI Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar mengapresiasi inisiatif PWI Kota Dumai yang menjadikan isu AI sebagai bagian dari peningkatan kompetensi wartawan.

Menurutnya, transformasi teknologi justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pers. AI dapat membantu pekerjaan teknis dan mempercepat pengolahan informasi, tetapi keputusan jurnalistik tetap berada pada manusia.

“AI bisa membantu mempercepat proses pencarian data atau pengolahan informasi, namun roh dari pers adalah akurasi, etika, dan kebenaran faktual," kata Raja Isyam.

"Penilaian manusia (human judgment) dan ketaatan pada Kode Etik Jurnalistik tetap menjadi benteng utama agar pers tidak kehilangan kepercayaan dari masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah semakin cepatnya produksi dan distribusi informasi melalui berbagai platform digital. Kesalahan informasi yang tidak diverifikasi dapat menyebar luas dalam waktu singkat.

Karena itu, wartawan dituntut tidak sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mempunyai kemampuan kritis untuk menguji informasi yang dihasilkan maupun dirangkum menggunakan AI.

Dukungan terhadap peningkatan kompetensi wartawan juga disampaikan Wali Kota Dumai H. Paisal.

Ia menilai keberadaan media profesional memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menjadi salah satu pengawal komunikasi publik di daerah.

“Pemerintah Kota Dumai sangat mendukung upaya peningkatan kapasitas rekan-rekan media. Di tengah arus informasi yang begitu masif, kemajuan teknologi AI harus dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pemberitaan, bukan malah memicu penyebaran hoaks,” kata Paisal.

Paisal juga mengingatkan wartawan agar terus memperkuat pemahaman terhadap aspek hukum yang berkaitan dengan aktivitas jurnalistik di ruang digital.

“Kami berharap wartawan Kota Dumai terus mengasah profesionalisme, memahami aspek hukum seperti UU ITE, serta senantiasa menyajikan berita yang edukatif, berimbang, dan tepercaya bagi publik,” tambahnya.

Workshop menghadirkan dua narasumber utama dengan perspektif berbeda. Ahli Pers Dewan Pers, Mario Abdillah Khair menyampaikan, materi mengenai tantangan etika dan regulasi yang muncul dalam penggunaan AI di ruang redaksi.

Sementara itu, Kanit Pidum Polres Dumai, Ipda Dimas Arsa Ramadhan membahas aspek hukum serta penerapan UU ITE yang berkaitan dengan aktivitas insan pers di ruang digital.

Materi tersebut memberikan gambaran bahwa pemanfaatan teknologi dalam jurnalistik tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga menyentuh persoalan tanggung jawab hukum dan etika.

Diskusi berlangsung interaktif dan dipandu Penasehat PWI Kota Dumai Bambang Rio Hendriyanto sebagai moderator.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber dan peserta workshop.(rilis)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
 Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid (foto/int)DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru usai bantu penanganan Karhutla di Dayun (foto/int)Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru Usai Sepekan Padamkan Karhutla Siak
PWI Riau umumkan pemenang LKJ Raja Ali Kelana 2026, Fithriady Syam terbaik (foto/ist)PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKJ Raja Ali Kelana 2026
Kelapa sawit mitra plasma sepekan dihargai Rp3.976 per Kg (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Plasma Riau Turun Lagi, Tertinggi Rp3.976 per Kg
Ilustrasi BMKG prediksi asap mengintai Riau seharian (foto/int)Asap Mengintai Riau Seharian, Warga Diminta Tetap Waspada
  Kondisi kabut asap di Pekanbaru makin tebal (foto/Mimi)Kondisi Kabut Asap di Pekanbaru Makin Tebal dan Ganggu Jarak Pandang
Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal (foto/int)Karhutla Masih Jadi Perhatian, Riau Siagakan Helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca
Siswa di Pekanbaru kembali belajar secara daring akibat udara tidak sehat (foto/riki)PM2.5 Pekanbaru Tembus 143,4 µg/m³, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Ketua APHI Komda Riau, Muller Tampubolon.APHI Riau: Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Padamkan Karhutla Paling Efektif
Ilustrasi Karhutla masih menghantui wilayah Riau (foto/int)4.127 Titik Panas Kepung Sumatra, Riau Catat 96 Hotspot
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved