DUMAI - Kilang Pertamina Dumai sukses menjaga keandalan operasional dan ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Seluruh aktivitas operasional di Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning berjalan aman, lancar, dan tanpa hambatan, sehingga pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga.
Seiring berakhirnya masa tugas Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) 2025–2026 pada Jumat (2/1), Kilang Pertamina Dumai menerima kunjungan kerja Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Eman Salman Arief, beserta rombongan. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan secara langsung ketersediaan stok serta kelancaran distribusi BBM pasca libur Tahun Baru 2026.
Rombongan BPH Migas disambut langsung oleh General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, didampingi Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Isnandhi Saputra, serta jajaran manajemen. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Solar, Main Office Kilang Pertamina Dumai, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi.
Dalam kesempatan tersebut, Eman Salman Arief menjelaskan peran BPH Migas sebagai regulator hilir migas sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Ia juga menekankan pentingnya memastikan ketahanan stok dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan secara langsung ketahanan stok di Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai serta kelancaran distribusi BBM pasca libur Tahun Baru 2026 agar tetap terjaga,” ujar Eman.
Kunjungan ini turut dihadiri Sales Area Manager Riau PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, yang memaparkan kondisi penyaluran BBM dan LPG di wilayah Sumatera Bagian Utara selama periode Nataru 2026.
Menanggapi hal tersebut, General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa selama periode Nataru, pihaknya telah menyiagakan Satgas guna memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, kilang beroperasi normal di 100 persen kapasitas dan terus menyuplai BBM secara kontinu kepada Pertamina Patra Niaga. Secara keseluruhan, kontribusi Kilang Pertamina Dumai mencapai sekitar 16,5 persen dari total pemenuhan kebutuhan BBM nasional,” jelas Iwan.
Sementara itu, SMOM Kilang Pertamina Dumai, Isnandhi Saputra, menegaskan bahwa ketahanan stok bahan baku kilang berada dalam kondisi aman. Hal ini didukung oleh pasokan crude oil dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai salah satu sumber utama.
Sepanjang Desember 2025, Kilang Pertamina Dumai mencatatkan produksi avtur sebesar 339 ribu barel, gasoline 365 ribu barel, serta gasoil mencapai 2,545 juta barel. Angka ini meningkat sekitar 3 persen dari target yang ditetapkan, menunjukkan kesiapan kilang dalam memenuhi lonjakan kebutuhan energi masyarakat.
Selain memastikan ketahanan stok dan distribusi BBM, Eman Salman Arief juga mengingatkan pentingnya penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara disiplin dan konsisten sebagai fondasi utama keandalan operasional kilang.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Agustiawan, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga operasi kilang selama 24 jam penuh di periode Nataru merupakan wujud komitmen Pertamina dalam melayani kebutuhan energi nasional.
“Kami memastikan kesiapsiagaan personel, pengamanan terpadu bersama TNI-Polri, serta penerapan HSSE secara menyeluruh agar seluruh pekerja dan mitra kerja tetap dalam kondisi fit to work,” tutup Agustiawan.
Atas kesiapan dan kinerja tersebut, BPH Migas memberikan apresiasi kepada Kilang Pertamina Dumai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Management Walkthrough (MWT) ke Main Control Room dan Fire Station Kilang Dumai, serta peninjauan ke Integrated Terminal Dumai untuk melihat langsung proses distribusi BBM. (rilis)