PALEMBANG – Transformasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia kini memasuki fase krusial. Tantangan utamanya bukan lagi keterbatasan teknologi, melainkan kesiapan sumber daya manusia, literasi digital, serta kemampuan memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab.
Menjawab kebutuhan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berkolaborasi dengan Nokia meluncurkan program GENsi (Generasi Digital dan AI) di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang.
Berbeda dari program pelatihan konvensional, GENsi dirancang sebagai ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang menargetkan lahirnya agen-agen literasi digital di tingkat lokal.
Melalui pendekatan hybrid, menggabungkan pelatihan tatap muka berbasis kampus dan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS), program ini membidik 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.
Palembang dipilih sebagai salah satu lokasi utama implementasi, bersama Tarakan, Kalimantan Utara.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerataan penguatan literasi AI agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah dengan potensi talenta muda yang besar.
Di Palembang, sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar lintas jenjang mengikuti peningkatan kapasitas digital ini.
Penguatan literasi AI dinilai semakin mendesak seiring capaian Indeks Literasi Digital Indonesia 2024 yang berada di angka 3,65 dari skala 5.
Dua pilar yang masih membutuhkan penguatan signifikan adalah keamanan digital dan kecakapan digital, terutama dalam pemanfaatan teknologi baru seperti AI.
Program GENsi dirancang untuk menutup kesenjangan tersebut dengan membekali peserta keterampilan teknis, etika, serta pemahaman penggunaan AI secara bertanggung jawab.
EVP–Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio menegaskan, kolaborasi ini merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas SDM di Sumatra.
“Melalui GENsi, kami ingin memastikan talenta muda di Palembang tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi AI, tetapi menjadi pemain aktif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab persoalan lokal. Literasi digital dan pemahaman AI adalah fondasi agar transformasi digital benar-benar berdampak,” ujar Agus, Jumat (6/2/2026).
Materi pelatihan GENsi mencakup literasi digital dasar, keamanan siber, hingga pengenalan AI agents. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai etika dan tata kelola AI agar mampu beradaptasi di ruang digital secara aman dan bijak.
Fokusnya adalah keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan komunitas.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik pemanfaatan AI berbasis low/no-code.
Pendekatan ini memungkinkan peserta tanpa latar belakang pemrograman untuk tetap membangun solusi digital, termasuk merancang chatbot sederhana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
Keberlanjutan program dijaga melalui skema multiplier effect. Sebanyak 20 peserta terpilih akan disiapkan menjadi GENsi Digital Trainers yang bertugas menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan AI ke lingkungan kampus dan komunitas masing-masing, sehingga dampak literasi digital dapat berkembang secara mandiri.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini. Nokia hadir sebagai mitra strategis yang membawa perspektif industri teknologi global.
Nokia Indonesia ESG Principle, Hendri Widjaja menyatakan, program ini sejalan dengan komitmen Nokia dalam menjembatani kesenjangan digital.
“GENsi sejalan dengan pilar Nokia ESG Global Program, Bridging Digital Divide. Kami berkomitmen mendukung kemitraan strategis dengan IOH melalui pembelajaran yang inklusif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan lokal,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah melalui BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kumpul sebagai mitra desain pembelajaran. Hamdani Pratama, Kepala BPPTIK Komdigi, mengapresiasi kolaborasi pentahelix yang terbangun.
“Kami berharap talenta digital di Palembang mendapatkan pelatihan berstandar internasional dan mampu berinovasi memanfaatkan AI untuk menjawab tantangan digital saat ini,” pungkasnya.(rilis)