PEKANBARU - Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kota Pekanbaru (Ipemaru) menyatakan sikap penolakan tegas terhadap adanya pesta waria yang berlangsung di Kota Bertuah.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai agama, norma sosial, serta adat dan budaya Melayu yang menjadi jati diri masyarakat Pekanbaru. Menurutnya, ruang publik harus dijaga agar tetap mencerminkan moralitas dan ketertiban umum.
“Kota Pekanbaru dikenal sebagai kota religius dan beradat. Setiap bentuk kegiatan publik seharusnya menghormati nilai-nilai tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya kepada halloriau, Sabtu (31/1/2026).
Ia menekankan bahwa sikap penolakan ini bukan ditujukan kepada individu atau kelompok tertentu secara personal, melainkan terhadap kegiatan yang dianggap tidak pantas dilaksanakan secara terbuka dan berpotensi berdampak negatif bagi generasi muda serta ketentraman sosial.
Lebih lanjut, ia meminta aparat terkait dan pemerintah daerah untuk bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku guna menjaga ketertiban dan marwah Kota Pekanbaru. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai moral dan sosial demi terciptanya lingkungan yang aman dan bermartabat.
Sebagai Calon Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Angga menegaskan komitmennya untuk menjadikan HMI dan Ipemaru sebagai organisasi yang konsisten menyuarakan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kepedulian sosial dalam menyikapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.