PEKANBARU – Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, Pemprov Riau tetap menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan melindungi daya beli masyarakat. Sejumlah langkah konkret disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
Itu disampaikan Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay. Ia mengatakan berbagai program telah dirancang Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama PT RPB agar hadir di tengah masyarakat dalam mengendalikan harga.
“Ini kita siapkan supaya pemerintah benar-benar hadir untuk mengendalikan harga, khususnya saat Ramadhan dan Idulfitri,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyediaan sembako dengan harga relatif lebih murah melalui Toko Pangan Kita (Topan) yang berlokasi di Jalan Melati, Panam, Pekanbaru. Selain itu, PT Riau Pangan Bertuah juga membuka kios penjualan di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Cik Puan, Pasar Dupa, dan Pasar 50.
Melalui toko dan kios tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Upaya ini diharapkan mampu meringankan beban belanja rumah tangga di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan.
Tak hanya itu, program mobil sembako keliling atau Topling juga kembali digencarkan. Mobil ini akan menyasar titik-titik strategis yang dekat dengan aktivitas warga, seperti kantor camat, kantor lurah, lapangan bola, hingga halaman masjid.
“Mobil Topling akan mendatangi lokasi-lokasi strategis agar masyarakat mudah mendapatkan sembako dengan harga terjangkau,” jelas Ade.
Operasi pasar murah pun akan dimassifkan mulai pekan depan dan menjangkau 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Sebenarnya, kegiatan ini telah berjalan sejak awal 2026 di sejumlah daerah seperti Pekanbaru, Kampar, Siak, dan Pelalawan. Namun, intensitasnya akan ditingkatkan menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
Empat daerah menjadi prioritas utama pengawasan karena masuk wilayah pantauan Badan Pusat Statistik (BPS), yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kota Dumai, dan Kabupaten Indragiri Hilir.
“Empat daerah ini menjadi fokus karena merupakan wilayah pantauan BPS. Di sana kita akan terus melakukan intervensi agar tidak terjadi lonjakan harga,” katanya.
Seluruh langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka pengendalian inflasi selama Ramadan.
Melalui BUMD Pangan, PT Riau Pangan Bertuah, Pemprov Riau berupaya memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga.