MEDAN - Seorang ibu rumah tangga di Medan Sunggal, Kota Medan, Barorah Syahbilal Siregar (59) atau Olah, mengaku merasa lebih aman menggunakan jaringan gas rumah tangga yang disalurkan melalui pipa.
Di tengah dominasi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung pada dapur rumah tangga, Olah memilih memanfaatkan gas alam yang disalurkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Pengakuan tersebut disampaikan Olah saat rumahnya ditinjau Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, Jumat (13/2/2026).
Menurut Olah, penggunaan gas pipa memberikan rasa aman serta kemudahan dalam pemakaian sehari-hari. Ia tidak lagi khawatir terhadap penggunaan tabung gas seperti sebelumnya.
PGN sebagai subholding gas PT Pertamina menyalurkan gas alam melalui jaringan pipa. Di Medan, pasokan gas disuplai melalui pipa Arun–Belawan dari Aceh sepanjang sekitar 350 kilometer sebelum didistribusikan ke sektor industri dan rumah tangga.
Gas yang disalurkan PGN berasal dari sumber gas alam domestik, sedangkan LPG merupakan gas minyak bumi cair yang sebagian besar masih diimpor.
Selain faktor keamanan, Olah menilai penggunaan jaringan gas pipa lebih praktis karena tidak memerlukan proses pemasangan dan penggantian tabung. Saat meninggalkan rumah, pengguna cukup menutup tuas pada meteran gas.
Hal serupa disampaikan tetangga Olah, HM Herdi Fahrizal Lubis. Ia mengaku telah menggunakan jaringan gas PGN sejak menetap di Medan Sunggal dan merasakan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari.
Namun, ia menilai sosialisasi penggunaan jaringan gas rumah tangga masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, sebagian masyarakat masih belum memahami sistem jaringan gas pipa dan masih merasa khawatir terhadap aspek keamanan.