JAKARTA - Indosat Ooredoo Hutchison memproyeksikan lonjakan trafik data sebesar 18,1 persen selama periode Lebaran 2026 dibandingkan periode sebelumnya.
Secara tahunan, trafik data diperkirakan meningkat dari baseline 55.499 TB menjadi sekitar 65.000 TB atau tumbuh 22,3 persen secara year on year (yoy). Puncak trafik diprediksi terjadi pada H+2 Lebaran seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat selama libur panjang.
Lonjakan trafik didorong pergerakan sekitar 14 juta pelanggan Indosat selama periode mudik dan arus balik. Dari jumlah tersebut, sekitar 60.000 pelanggan tercatat sebagai roaming outbound dan 75.000 pelanggan roaming inbound.
Senior Vice President Head of Network Operations Indosat, Raden Tofan, mengatakan mobilitas masyarakat saat mudik menjadi faktor utama peningkatan kebutuhan layanan jaringan.
Menurutnya, jumlah pemudik nasional setiap tahun mencapai sekitar 150 juta orang atau hampir separuh populasi Indonesia.
Ia menegaskan perusahaan berkomitmen menjaga kesiapan jaringan agar pelanggan tetap terhubung selama perjalanan jarak jauh. Trafik pada hari H Lebaran diperkirakan meningkat sekitar 18 persen, sementara lonjakan tertinggi biasanya terjadi pada H+1 hingga H+2 karena aktivitas digital kembali meningkat setelah hari raya.
Secara geografis, pertumbuhan trafik tertinggi tercatat di sejumlah wilayah Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi. Beberapa kabupaten bahkan mencatat kenaikan trafik di atas 50 persen, terutama di wilayah tujuan pemudik seperti Bogor, Garut, Lampung, dan Lampung Tengah.
Untuk menjaga kualitas layanan, Indosat telah memetakan sekitar 797 point of interest (POI) dan menambah hampir 1.500 site baru dalam 12 bulan terakhir. Perusahaan juga menyiapkan 77 router pada jalur darat—baik tol, non-tol, maupun kereta api—dengan cakupan jaringan sekitar 8.000 kilometer.
Selain itu, sekitar 2.500 engineer disiagakan selama 24 jam penuh di seluruh wilayah operasional, didukung posko siaga yang beroperasi selama periode Lebaran. Indosat juga berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam penyediaan 16 posko layanan bersama.
Sementara itu, SVP Head of Corporate Communications Indosat, Ovidia Namia, menyatakan Ramadan merupakan periode dengan penggunaan digital tertinggi sepanjang tahun. Penggunaan perangkat digital selama Ramadan meningkat hingga 112 persen, yang turut diikuti kenaikan laporan gangguan seperti spam dan penipuan daring sebesar 34–35 persen.
Dengan penerapan sistem anti-spam dan anti-scam, perusahaan berharap pelanggan dapat beribadah dan berkomunikasi dengan lebih aman serta nyaman selama Ramadan dan Lebaran.