PEKANBARU – Kota Dumai dinilai memiliki peluang besar menjadi tuan rumah agenda wisata nasional hingga internasional. Letaknya yang strategis di pesisir timur Sumatra dan berdekatan dengan Malaka, Malaysia, menjadi nilai tambah tersendiri dalam pengembangan sektor pariwisata.
Optimisme itu semakin menguat setelah izin operasional Bandara Pinang Kampai resmi kembali diterbitkan. Momentum ini langsung disambut kalangan pelaku industri perjalanan.
Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) Riau, Dede Firmansyah, mengajak maskapai untuk membuka kembali rute penerbangan menuju Dumai guna mendorong kebangkitan pariwisata dan ekonomi daerah.
Menurut Dede, sebelum pandemi Covid-19, Dumai sempat memiliki rute Dumai–Batam dan Dumai–Medan, bahkan Dumai–Jakarta via Halim Perdana Kusuma yang dilayani TransNusa. Hal itu menunjukkan pasar penerbangan sebenarnya sudah pernah terbentuk.
ASITA Riau dalam waktu dekat juga berencana beraudiensi dengan Pemerintah Kota Dumai untuk membahas strategi pengembangan pariwisata dan konektivitas udara. Bahkan, ada rencana menggelar Rapat Kerja Nasional ASITA di Dumai pada 2027.
Dede menilai, kolaborasi antara asosiasi, maskapai, dan pemerintah daerah menjadi kunci menghidupkan kembali aktivitas bandara. Ia juga membuka peluang menggandeng negara tetangga seperti Malaysia dalam berbagai event internasional di Dumai.
“Dumai ini sangat dekat dengan Malaysia. Kalau event internasional rutin digelar, wisatawan mancanegara bisa langsung datang. Rute pendek internasional seperti ke Subang atau Malaka sangat potensial,” ujarnya, Rabu (2/3/2026).
Akses darat Dumai–Pekanbaru yang kini terhubung tol juga menjadi faktor pendukung. Meski demikian, ia mengakui masih ada keterbatasan infrastruktur bandara, terutama panjang runway 1.800 meter yang membuat operasional pesawat berbadan besar belum memungkinkan. Pesawat jenis ATR berkapasitas sekitar 78–80 penumpang dinilai paling sesuai untuk melayani rute ke Dumai.
ASITA Riau juga berencana mengajak maskapai seperti Wings Air untuk melihat peluang pembukaan rute baru. Strategi event tourism pun disiapkan, termasuk menghadirkan artis nasional yang memiliki basis penggemar di Malaysia agar mampu menarik kunjungan lintas negara.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perhubungan bersama Pelita Air Service yang ditunjuk oleh Pertamina akan bersinergi dalam pengelolaan operasional bandara. Meski izin telah terbit, langkah cepat masih dibutuhkan untuk memastikan maskapai segera membuka rute penerbangan reguler.
Dengan sinergi yang terbangun dan kalender event yang terstruktur, Dumai diharapkan mampu menjelma menjadi gerbang wisata baru di pesisir Riau sekaligus penggerak ekonomi kawasan.