PEKANBARU - Seleksi calon pimpinan PT Riau Petroleum (Perseroda) memasuki babak akhir. Sebanyak enam kandidat dinyatakan lolos dalam uji kepatutan dan kelayakan (UKK) untuk mengisi posisi Direktur Operasional dan Direktur Keuangan.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui surat Panitia Seleksi bernomor 22/PANSEL/RP/2026 tentang hasil UKK calon direksi. Keenam nama ini akan melanjutkan ke tahap akhir berupa wawancara dengan pemegang saham.
Ketua Panitia Seleksi, Yan Darmadi, mengatakan proses seleksi masih menyisakan satu tahapan penting sebelum penentuan akhir.
"Wawancara akhir dengan Plt Gubernur Riau, jadwalnya akan kita umumkan kemudian," kata Yan Darmadi kepada media, Kamis (30/4/2026).
Menariknya, latar belakang para kandidat terbilang beragam. Mulai dari mantan pimpinan BUMD, akademisi, hingga seorang wartawan. Namun, hampir tidak ada kandidat yang memiliki rekam jejak kuat di sektor minyak dan gas (migas), meski PT Riau Petroleum merupakan BUMD yang bergerak di sektor tersebut.
Untuk posisi Direktur Operasional, terdapat tiga nama yang lolos. Akmal Fauzi Lindung Lubis diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT BPR Pekanbaru (Perseroda), meski sempat diberhentikan sementara menyusul temuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kemudian, Fazar Muhardi yang dikenal sebagai wartawan sekaligus pelaku usaha UMKM. Sementara itu, Heri Susanto merupakan mantan Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatannya pada 2023.
Di posisi calon Direktur Keuangan, terdapat nama Ashri Hadi yang belum banyak terekspos dalam rekam jejak publik.
Selanjutnya, Ganesya Varandra yang memiliki pengalaman di sektor keuangan dan akademik. Ia pernah berkarier di PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), menjadi dosen, hingga menjabat Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indragiri. Ganesya juga pernah memimpin BUMD sebagai Direktur PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) milik Pemprov Riau.
Nama terakhir adalah Novyandre, yang juga diketahui masuk dalam daftar kandidat calon Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau periode 2026–2029.
Dengan beragam latar belakang tersebut, publik kini menanti hasil akhir seleksi, terutama terkait kemampuan para kandidat dalam membawa PT Riau Petroleum berkembang di sektor Migas yang penuh tantangan.