JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama mitra, yayasan, dan kepala SPPG se-Kabupaten Purwakarta. Dalam arahannya, Nanik meminta kepala SPPG terlibat langsung mengawasi seluruh proses, mulai dari kegiatan memasak hingga pendistribusian makanan ke sekolah penerima manfaat.
Menurutnya, tanggung jawab pengawasan tidak boleh hanya dibebankan kepada pengawas gizi. Kepala SPPG harus memastikan seluruh tahapan operasional berjalan sesuai standar keamanan pangan dan prosedur yang ditetapkan.
BGN telah menetapkan sistem kerja terstruktur di SPPG guna menjamin akuntabilitas dan kualitas layanan. Pada siang hari, pengawas keuangan menyusun laporan anggaran belanja harian yang diunggah ke dashboard BGN. Pengawasan ini bertujuan memastikan transparansi dalam pembelian bahan pangan.
Saat bahan makanan tiba di dapur pada sore hari, pengawas keuangan wajib hadir bersama pengawas gizi, asisten lapangan, dan tim dapur untuk melakukan pemeriksaan bersama. Pengawas keuangan memverifikasi harga serta dokumen pembelian, sementara pengawas gizi memastikan kesesuaian bahan dengan rencana menu.
BGN menegaskan tahap penerimaan bahan sebagai titik kritis. Bahan pangan yang tidak segar atau tidak memenuhi standar kualitas harus ditolak, meskipun direkomendasikan oleh mitra atau yayasan.
Setelah bahan dinyatakan layak, proses memasak dilakukan pada malam hingga dini hari. Pada tahap ini, kepala SPPG bertanggung jawab penuh mengawasi kegiatan memasak, pemorsian, dan distribusi makanan.
Pengawasan juga berlanjut setelah distribusi. Kepala SPPG dianjurkan mengunjungi sekolah penerima manfaat untuk memperoleh umpan balik terkait menu yang disajikan, sekaligus melakukan edukasi gizi bersama pihak sekolah dan memastikan keakuratan data penerima.
BGN juga meminta mitra dan yayasan menyediakan fasilitas pendukung yang memadai bagi seluruh petugas dapur, termasuk ruang istirahat yang layak, guna menjaga kualitas kinerja selama operasional berlangsung hingga dini hari.