BANGKALAN – Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan ke sejumlah sekolah di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan mengeluarkan aroma tidak sedap, Senin (2/2/2026). Kondisi tersebut membuat sebagian siswa memilih tidak mengonsumsi makanan yang diterima.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, membenarkan adanya laporan tersebut. Menindaklanjuti informasi dari sekolah, tim Satgas langsung melakukan pengecekan ke dapur penyedia makanan.
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa sebelum pendistribusian, makanan telah melalui proses food test. Namun setelah makanan sampai di sekolah, sejumlah pihak melaporkan adanya bau menyengat dari dalam ompreng.
Pihak sekolah kemudian menyampaikan temuan tersebut kepada dapur. Selanjutnya, dapur melakukan pengecekan ulang dengan membandingkan makanan yang ada di sekolah dan makanan yang masih berada di dapur.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan saus yang digunakan terlalu asam. Banyak bahan yang bersifat asam seperti saus tomat, paprika, tomat segar, dan nanas. Bau dan rasa asam berasal dari bahan-bahan tersebut,” ujar Bambang, Selasa (3/2/2026).
Selain itu, Bambang menyebut adanya dugaan bau tidak sedap yang berasal dari sayuran. Hal tersebut diduga akibat teknik pemotongan yang kurang tepat, yakni menggunakan teknik serut.
“Sayur tumis sebaiknya tidak diserut karena membuat tampilannya layu dan kesegarannya tidak bertahan lama. Bau sayur juga terkontaminasi oleh aroma asam dari saus,” jelasnya.
Ia menegaskan, dugaan makanan basi muncul akibat aroma asam yang terlalu menyengat dari saus asam manis. Dominasi rasa dan bau asam tersebut menimbulkan persepsi seolah makanan sudah basi.
“Setelah dicicipi, makanan tersebut tidak basi. Hanya rasa asamnya terlalu kuat. Sayur terlihat layu karena teknik pemotongan yang salah, sementara bau berasal dari kontaminasi saus,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangkalan Tanah Merah Pangeleyan, Fathur Rosi Ali, juga memastikan makanan yang diproduksi dapurnya tidak basi.
“Saosnya memang terlalu kecut dan asam. Menunya kebetulan saos asam manis, sehingga baunya menyengat dan terkesan seperti basi, padahal sebenarnya tidak,” ujarnya.
Fathur menambahkan, tidak ada siswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Pihaknya juga telah melakukan klarifikasi langsung kepada sekolah.
“Tidak ada kejadian luar biasa (KLB) pada siswa. Kami sudah klarifikasi ke sekolah dan masalahnya sudah clear,” pungkasnya.