LOMBOK - Sebanyak 179 siswa sekolah dasar di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Pringgarata setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Jumlah pasien yang datang secara bersamaan membuat kapasitas fasilitas kesehatan di Puskesmas Pringgarata sempat tidak mampu menampung seluruh siswa yang membutuhkan penanganan.
Para siswa dilaporkan mulai mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap paket MBG yang berisi kebab, daging ayam, dan salad buah.
Dikutip dari Lombok Post, Dokter Penanggung Jawab Puskesmas Pringgarata, dr. Dessy Jumianita, membenarkan bahwa ratusan siswa telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebanyak 179 siswa dibawa ke Puskesmas Pringgarata, sementara korban lainnya dievakuasi ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
"Untuk korban murid yang dibawa ke sini sebanyak 179 orang, selebihnya dievakuasi ke empat lokasi, ada ke Puskesmas Bagu," ujar dr. Dessy Jumianita, Jumat (11/9/2026).
Penanganan Meluas hingga Kantor Kecamatan
Keterbatasan kapasitas ruang UGD Puskesmas Pringgarata membuat penanganan darurat harus dilakukan di sejumlah lokasi lain.
Sebagian siswa yang belum mendapatkan ruang perawatan di puskesmas kemudian dibawa ke kompleks Kantor Kecamatan Pringgarata untuk menjalani observasi.
Camat Pringgarata, Lalu Winata Kusuma, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk membantu menampung para siswa karena fasilitas kesehatan setempat dalam kondisi penuh.
"Karena penuh di Puskesmas sebagian dibawa kemari, setelah tiga jam observasi mereka kita pulangkan," katanya.
Polisi Selidiki Dugaan Keracunan
Menyusul kejadian tersebut, aparat kepolisian dari Polresta Lombok Tengah mendatangi sejumlah lokasi untuk memantau kondisi para korban.
Kepolisian juga mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan massal tersebut, termasuk menelusuri penyedia dan proses pengolahan makanan yang dikonsumsi para siswa.
Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti puluhan hingga ratusan siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis tersebut.