KAMPAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mengungkap hasil investigasi awal terkait dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tapung Hulu.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SD Negeri 008 Rimba Beringin dan SMK Negeri 1 Tapung Hulu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kampar, sebanyak 13 siswa SD Negeri 008 Rimba Beringin serta 138 siswa dan guru SMK Negeri 1 Tapung Hulu mengalami gejala keracunan. Total terdapat 151 orang yang terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kampar Zulhendra Das'at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian, mengatakan makanan untuk kedua sekolah tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampar Tapung Hulu Bukit Kemuning.
Menu MBG yang dibagikan pada Selasa (18/8/2026) terdiri atas nasi putih, sup ayam, tahu goreng, mentimun, dan pisang.
Menurut keterangan pihak SPPG, makanan tersebut diolah seperti biasa dan tidak terdapat penambahan bumbu di luar standar yang digunakan.
“Masakan diolah pukul 00.30 WIB untuk SD, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita atau 3B. Sementara masakan untuk SMK diolah pukul 03.30 WIB,” ujar Elfian, Kamis (20/8/2026).
Total 2.583 Porsi Dibagikan
Elfian menjelaskan, proses pengolahan makanan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. SPPG menyiapkan sebanyak 1.674 porsi untuk siswa SD dan kelompok 3B, serta 909 porsi untuk SMK.
Dengan demikian, total makanan yang disiapkan mencapai 2.583 porsi dan mulai didistribusikan sekitar pukul 11.00 WIB.
Dari hasil investigasi awal, Dinas Kesehatan Kampar juga memperoleh keterangan dari sejumlah siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Sukaramai, Tapung Hulu.
Sejumlah siswa mengaku menemukan kondisi yang tidak biasa pada salah satu menu yang disajikan.
“Kuah sup ayam asam dan daun bawangnya berbuih. Kuah dipisah dengan ayam, kemudian diletakkan dalam wadah mika kecil dan dimasukkan ke dalam ompreng,” ungkap Elfian berdasarkan keterangan siswa.
Siswa Mulai Mengalami Gejala Siang Hari
Dinas Kesehatan Kampar juga menerima keterangan dari pendamping siswa yang membawa para pelajar ke Puskesmas Sukaramai Tapung Hulu.
Menurut pendamping tersebut, pihak sekolah mulai menemukan siswa mengalami gejala mual sekitar pukul 12.34 WIB. Awalnya, terdapat 11 siswa SMK yang mengalami keluhan serupa.
Pihak sekolah kemudian menghubungi tenaga kesehatan untuk memberikan pertolongan awal. Namun, sekitar pukul 14.30 WIB, pendamping melaporkan adanya dugaan keracunan makanan kepada pihak puskesmas.
“Puskesmas langsung meminta pendamping membawa seluruh siswa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan,” katanya.
Pihak puskesmas juga meminta sekolah mengamankan sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan awal dari pendamping, menu sup ayam diduga menjadi salah satu makanan yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Namun, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat memastikan sumber penyebab kejadian serta menjadi dasar bagi pihak terkait untuk melakukan langkah penanganan selanjutnya.