PEKANBARU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan untuk periode 16-22 September 2026. Penurunan harga kali ini terutama dipengaruhi melemahnya harga crude palm oil (CPO) pada pekan berjalan.
Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra telah melakukan rapat penetapan harga TBS kelapa sawit periode 16-22 September 2026.
Penetapan tersebut mengacu pada Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra serta Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.
Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang telah disepakati tim, penurunan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun.
"Penurunan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun sebesar Rp 17,54/Kg atau mencapai 0,44% dari harga periode lalu. Sehingga, harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp 3.976,56/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan."
Selain harga TBS, harga cangkang pada periode ini ditetapkan sebesar Rp17,98 per kilogram. Sementara indeks K yang digunakan mencapai 93,51 persen.
“Dengan harga cangkang sebesar Rp 17,98/Kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 93,51%, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp 179,66 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp 421,35 dari minggu lalu,” katanya.
Dinas Perkebunan Riau juga mencatat terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan. Berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, harga CPO dan kernel yang digunakan dalam kondisi tersebut mengacu pada harga rata-rata tim.
Apabila terkena validasi 2, maka harga yang digunakan adalah harga rata-rata KPBN. Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.804,00, sedangkan harga kernel KPBN sebesar Rp13.960,00.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO,” sebutnya.
Pemprov Riau melalui Dinas Perkebunan bersama Tim Penetapan Harga terus melakukan perbaikan tata kelola dalam proses penetapan harga TBS. Langkah tersebut dilakukan agar harga yang ditetapkan tetap mengacu pada regulasi sekaligus memberikan rasa keadilan bagi kedua pihak yang bermitra.
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dikutip dari MCRiau.
Berikut harga TBS kelapa sawit kemitraan plasma Provinsi Riau Nomor 34 untuk periode Rabu-Selasa, 16-22 September 2026
Umur 3 tahun: Rp3.065,50 per Kg
Umur 4 tahun: Rp3.474,48 per Kg
Umur 5 tahun: Rp3.682,22 per Kg
Umur 6 tahun: Rp3.842,55 per Kg
Umur 7 tahun: Rp3.925,45 per Kg
Umur 8 tahun: Rp3.971,84 per Kg
Umur 9 tahun: Rp3.976,56 per Kg
Umur 10-20 tahun: Rp3.955,39 per Kg
Umur 21 tahun: Rp3.893,40 per Kg
Umur 22 tahun: Rp3.834,02 per Kg
Umur 23 tahun: Rp3.770,55 per Kg
Umur 24 tahun: Rp3.701,01 per Kg
Umur 25 tahun: Rp3.622,78 per Kg
Umur 26 tahun: Rp3.575,38 per Kg
Umur 27 tahun: Rp3.527,81 per Kg
Umur 28 tahun: Rp3.481,54 per Kg
Umur 29 tahun: Rp3.463,83 per Kg
Umur 30 tahun: Rp3.449,07 per Kg.
Dengan penetapan terbaru tersebut, harga TBS tertinggi untuk periode 16-22 September 2026 berada pada kelompok umur 9 tahun, yakni Rp3.976,56 per kilogram. Sementara harga terendah tercatat pada tanaman umur 3 tahun sebesar Rp3.065,50 per kilogram.