MUSI BANYUASIN - Minamas Plantation melalui anak usahanya, PT Guthrie Pecconina Indonesia (PT GPI), memperkuat kapasitas petani kelapa sawit swadaya melalui penyuluhan dan pelatihan teknis budidaya di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Kegiatan bertajuk Penyuluhan Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit itu diikuti sekitar 60 petani. Penyuluhan dilaksanakan langsung di salah satu kebun milik warga agar materi yang diberikan dapat dikaitkan dengan kondisi nyata di lapangan.
Melalui pendekatan tersebut, petani tidak hanya mendapatkan pembekalan secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mendiskusikan kondisi tanaman serta berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan kebun.
Materi teknis disampaikan Agus Joko Santoso dari Protection & Plant Nutrition PT GPI. Dalam penyuluhan tersebut, materi utama dirangkum dalam tiga aspek yang disingkat BLT, yakni Bibit, Lingkungan, dan Teknis.
Bibit menjadi salah satu dasar penting dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Sementara aspek lingkungan berkaitan dengan kondisi sekitar yang memengaruhi perkembangan tanaman, sedangkan aspek teknis mencakup pengelolaan dan pemeliharaan kebun.
Penyuluhan berlangsung secara interaktif. Para petani aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang ditemui dalam pengelolaan kebun, mulai dari kondisi tanaman hingga persoalan teknis budidaya.
Berbagai persoalan tersebut kemudian dibahas bersama dengan mengarahkan solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing kebun.
Selain materi teknis budidaya, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang disampaikan Staff Sustainability PT GPI, Arif Sucipto.
Materi tersebut memberikan pemahaman awal kepada petani mengenai pentingnya penerapan prinsip perkebunan berkelanjutan serta pemenuhan ketentuan dalam pengelolaan usaha kelapa sawit.
Area Controller Sumsel PT GPI, M. Romdhon, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas petani melalui pengetahuan yang praktis dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
“Penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen PT GPI untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pengetahuan yang praktis dan relevan dengan kondisi di lapangan. Dengan dilaksanakan langsung di kebun warga, petani dapat berdiskusi dan mendapatkan solusi atas berbagai kendala yang mereka hadapi dalam pengelolaan kebun,” ujar Romdhon.
Menurutnya, pendekatan berbasis lapangan diharapkan membuat pengetahuan yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan petani dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung sehingga pengelolaan kebun menjadi lebih baik, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi petani,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bumi Ayu, Amrullah Mahmud, S.H., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PT GPI. Menurutnya, penyuluhan tersebut memberikan manfaat bagi petani karena materi yang disampaikan dapat disesuaikan dengan kondisi kebun masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada para petani. Harapan kami, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sehingga kualitas kebun masyarakat menjadi lebih baik dan produktivitas meningkat,” ujar Amrullah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga pengetahuan dan kemampuan petani semakin berkembang.
“Dengan hasil kebun yang semakin baik, tentu kami berharap penghasilan dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan juga diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung kemajuan masyarakat,” tambahnya.
Bagi PT GPI, peningkatan kapasitas petani merupakan bagian dari upaya membangun hubungan berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Melalui edukasi berbasis kebutuhan nyata di lapangan, perusahaan berharap petani semakin mampu mengelola kebun secara baik, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen PT GPI dalam mendorong praktik perkebunan yang lebih baik dengan menempatkan peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam membangun keberlanjutan bersama.(*)