SUMBAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak terjadi penambahan korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) hingga Kamis (25/12/2025) malam.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia masih sama seperti laporan sehari sebelumnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menegaskan, hingga laporan terakhir diterima, angka korban jiwa di Sumatera Barat masih berada di 261 orang.
“Sampai dengan Kamis malam, tidak ada penambahan korban meninggal dunia di Sumbar. Data masih sama seperti hari sebelumnya,” kata Abdul Muhari, Jumat (26/12/2025).
Berdasarkan rekapitulasi BNPB, Kabupaten Agam menjadi wilayah terdampak paling parah dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 163 jiwa.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain yang terdampak banjir dan longsor.
Berikut rincian korban meninggal dunia di Sumbar per kabupaten:
1. Agam: 163 jiwa
2. Padang Pariaman: 35 jiwa
3. Padang Panjang: 17 jiwa
4. Kota Padang: 11 jiwa
5. Pasaman Barat: 5 jiwa
6. Tanah Datar: 1 jiwa
7. Kota Solok: 1 jiwa
8. Belum teridentifikasi: 28 jiwa.
Sementara itu, sembilan kabupaten dan kota lainnya di Sumbar dilaporkan nihil korban jiwa.
BNPB juga mencatat jumlah korban hilang di Sumbar belum mengalami perubahan, yakni sebanyak 72 orang yang berasal dari empat wilayah terdampak.
Rincian korban hilang sebagai berikut:
1. Agam: 38 orang
2. Padang Panjang: 29 orang
3. Kota Padang: 2 orang
4. Pasaman Barat: 3 orang.
Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan meski menghadapi tantangan medan dan cuaca.
Selain korban jiwa dan hilang, BNPB melaporkan jumlah warga terdampak yang mengungsi akibat banjir di Sumbar mencapai 9.935 jiwa.
Secara nasional, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumut dan Sumbar telah menelan total 1.135 korban meninggal dunia.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dalam pencarian menurun menjadi 173 orang, dengan total pengungsi di tiga provinsi tersebut mencapai 489.864 jiwa.