SUMBAR – Arus balik Lebaran 2026 di Sumatera Barat diprediksi mencapai puncaknya pada H+3. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, kepolisian akan menerapkan sistem satu arah (one way) di kawasan Kelok 9, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kebijakan ini difokuskan pada pengaturan arus kendaraan di salah satu jalur vital penghubung Sumatera Barat dan Riau tersebut.
Kasat Lantas Polres Lima Puluh Kota, Iptu Zarwiko Irzal, menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional dan akan diberlakukan sesuai kondisi di lapangan.
“One Way diterapkan dari Kabupaten Lima Puluh Kota menuju jalan lama di Kelok 9 pada H+3 Lebaran,” ujar Iptu Zarwiko.
Dalam skenario yang disiapkan, kendaraan dari arah Kabupaten Lima Puluh Kota menuju Riau akan dialihkan melalui jalur lama Kelok 9.
Sebaliknya, arus kendaraan dari arah Riau menuju Sumatera Barat akan diarahkan melintasi jalur fly over Kelok 9.
Menurut Zarwiko, penerapan sistem ini fleksibel dan dapat berubah mengikuti dinamika lalu lintas.
“Untuk jadwalnya, kita situasi di lapangan nantinya,” jelasnya.
Guna memastikan kelancaran arus balik, kepolisian menurunkan puluhan personel di titik rawan kemacetan tersebut.
Sebanyak 28 personel Satlantas disiagakan di kawasan Kelok 9, dengan dukungan tambahan dari tim gabungan.
“Saat One Way nanti, tim gabungan juga membantu sebanyak 20 orang di lapangan,” terangnya.
Polisi juga mengingatkan para pemudik agar tidak berhenti di sepanjang jalur Kelok 9, karena dapat memicu kemacetan parah.
“Jika pengendara tak mengindahkan imbauan, petugas akan memberikan tindakan tegas, terukur namun tetap humanis,” tegas Zarwiko.
Ia memperkirakan lonjakan kendaraan akan signifikan pada H+3, sehingga disiplin pengendara menjadi kunci kelancaran arus.
Selain Kelok 9, rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sejumlah titik strategis lain, khususnya wilayah perbatasan Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.
Untuk arus balik dari Riau menuju Payakumbuh, kendaraan akan dialihkan melalui:
Simpang Boncah – Nagari Taram – Payobasung – Payakumbuh Timur – Jalan Ngalau – Bukittinggi.
Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di pusat Kota Payakumbuh.
Bagi pengendara dari Payakumbuh menuju Lima Puluh Kota, rute alternatif disiapkan melalui:
Simpang Tanjung Pati – Simpang Napa – Lubuak Batingkok – pintu gerbang Lembah Harau.
Di kawasan wisata Lembah Harau, pengaturan kendaraan juga diberlakukan:
Kendaraan kecil diarahkan melalui jalur Aka Barayun dan Kampung Eropa menuju kawasan Ketinggian
Bus besar dialihkan melalui jalur Sawah Harau. Kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan wisatawan selama libur Lebaran.