AGAM - Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah menghadirkan momen istimewa di Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Ratusan perantau pulang kampung dalam agenda Pulang Basamo Magek Saondoh 2026, sebuah tradisi tahunan yang berkembang menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan masa depan kampung halaman.
Kegiatan bertema “Satu Hati Membangun Nagari” ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperlihatkan kuatnya ikatan emosional masyarakat Minangkabau terhadap tanah kelahiran, meski telah lama merantau ke berbagai daerah.
Kehadiran Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya tradisi pulang kampung sebagai motor pembangunan daerah.
Ia menilai budaya merantau melahirkan karakter mandiri dan tangguh yang perlu diarahkan untuk kemajuan nagari.
“Tradisi pulang basamo bukan sekadar budaya, tetapi kekuatan sosial yang mampu mendorong pembangunan nagari,” ujarnya.
Mahyeldi juga menekankan bahwa kepulangan perantau seharusnya membawa lebih dari sekadar rindu.
“Jangan hanya pulang membawa kenangan, tetapi juga ide, pengalaman, dan jejaring yang bisa menjadi kontribusi nyata bagi kampung halaman,” katanya.
Kegiatan Pulang Basamo Magek Saondoh 2026 diisi dengan berbagai agenda yang menekankan kolaborasi nyata antara warga dan perantau.
Beberapa kegiatan utama, yakni jalan santai kebersamaan warga dan perantau dan gerakan Magek Mananam sebagai program penghijauan dan pemanfaatan lahan produktif.
Kemudian, peletakan batu pertama pembangunan asrama dan penyerahan bantuan 750 bibit matoa dan 100 sak semen untuk Asrama Putra Islamic Center Magek.
Gubernur mengapresiasi inisiatif penghijauan tersebut.
“Gerakan Magek Mananam adalah langkah strategis menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi nagari,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan antara perantau dan masyarakat kampung, sekaligus memperkuat sinergi dalam memaksimalkan potensi nagari secara berkelanjutan.
Kehadiran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perantau dari berbagai wilayah menunjukkan besarnya dukungan terhadap upaya pembangunan Magek berbasis kebersamaan.