PEKANBARU – Aktivitas titik panas di Pulau Sumatera kembali meningkat pada Selasa (12/5/2026) sore. Pemantauan terbaru menunjukkan puluhan hotspot terdeteksi di sejumlah provinsi, dengan konsentrasi tertinggi masih berada di Sumatera Selatan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya menyampaikan, pemantauan satelit mencatat total 54 titik panas tersebar di lima provinsi.
“Total titik panas wilayah Sumatera sore ini mencapai 54 titik,” ungkap Sanya.
Data ini menjadi indikator penting dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap meningkat menjelang musim kemarau.
Dari keseluruhan wilayah, Sumatera Selatan mencatat jumlah hotspot terbanyak. Kondisi ini menunjukkan potensi kerawanan karhutla masih tinggi di provinsi tersebut.
Rincian sebaran hotspot Sumatera, meliputi Jambi 8 titik, Sumatera Barat 2 titik, Sumatera Selatan 30 titik, Sumatera Utara 1 titik dan Riau 13 titik.
Dominasi Sumatera Selatan menandakan perlunya kewaspadaan lebih dini, khususnya di kawasan rawan lahan gambut.
Di Provinsi Riau, hotspot tersebar di lima kabupaten. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi.
Sebaran hotspot di Riau meliputi, Bengkalis 5 titik, Kampar 2 titik, Pelalawan 2 titik, Indragiri Hulu 3 titik dan Rokan Hulu 1 titik.
“Riau terdeteksi 13 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten,” jelas Sanya.
Data ini menjadi alarm dini bagi pemerintah daerah dan tim penanggulangan karhutla untuk memperkuat patroli serta kesiapsiagaan.
Peningkatan hotspot pada Mei menjadi sinyal awal memasuki periode rawan kebakaran. Pemantauan rutin dan langkah pencegahan dinilai krusial untuk menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.