PEKANBARU - Pemantauan satelit terbaru menunjukkan aktivitas titik panas di Pulau Sumatera masih terjadi di sejumlah provinsi pada awal April 2026.
Data terkini mencatat total 34 hotspot terdeteksi pada Rabu (1/4/2026), dengan Riau kembali menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia menegaskan, pemantauan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini ada 34 titik,” ujarnya.
Dari seluruh provinsi di Sumatera, Riau mencatat angka hotspot tertinggi, yakni 13 titik. Sebaran titik panas di provinsi ini paling banyak berada di Kabupaten Bengkalis dengan 10 titik, Pelalawan 2 titik dan Rokan Hilir 1 titik.
Dominasi Bengkalis menjadi perhatian karena wilayah tersebut dikenal memiliki lahan gambut yang rentan terbakar saat kondisi kering.
Selain Riau, hotspot juga terpantau di beberapa provinsi lain dengan jumlah yang relatif lebih kecil.
Distribusi titik panas Sumatera meliputi Aceh 4 titik, Sumatera Utara 2 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Selatan 5 titik dan Kepulauan Bangka Belitung 5 titik.
Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, kemunculan hotspot di beberapa provinsi sekaligus menandakan perlunya kewaspadaan lintas daerah.