PEKANBARU – Aktivitas titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera masih terpantau dalam kategori terbatas. Berdasarkan pemantauan satelit terbaru, total terdapat 21 titik panas yang tersebar di enam provinsi pada Sabtu (28/2/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby mengungkapkan, distribusi hotspot paling banyak terdeteksi di wilayah Sumatera bagian selatan.
“Total titik panas di wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 21 titik,” ujarnya.
Sebaran Hotspot Sumatera hari ini meliputi, Aceh 2 titik, Jambi 2 titik, Lampung 1 titik, Sumatera Selatan 6 titik, Bangka Belitung 7 titik dan Riau 3 titik.
Untuk wilayah Riau, tiga titik panas terdeteksi masing-masing berada di Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi 1 titik.
Deby menegaskan, pemantauan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami terus memonitor perkembangan hotspot melalui citra satelit secara real time sebagai langkah deteksi dini,” jelasnya.
Meskipun jumlah hotspot relatif rendah, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di daerah dengan lahan gambut yang rentan terbakar saat cuaca kering.
Data hotspot ini menjadi indikator awal potensi karhutla yang dapat berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dinilai krusial dalam menekan risiko kebakaran, khususnya menjelang periode peralihan musim.