MEDAN – Di tengah kemeriahan Tahun Baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh yang lebih dikenal luas, terdapat satu rangkaian penting yang kerap luput dari perhatian publik, yakni Sa Cap Meh. Tradisi ini dilaksanakan pada malam sebelum Tahun Baru Imlek dan memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Tionghoa.
Berbeda dengan Cap Go Meh yang diperingati pada hari ke-15 setelah Imlek, Sa Cap Meh berlangsung pada malam terakhir menjelang pergantian tahun dalam kalender Tionghoa. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya tahun lama sekaligus awal menyambut tahun baru.
Tradisi tersebut tidak hanya dirayakan dalam lingkup keluarga, tetapi juga melalui rangkaian ibadah di vihara. Di Vihara Setia Budha Kota Binjai, misalnya, Sa Cap Meh diisi dengan sembahyang menjelang pergantian tahun, termasuk doa bagi para leluhur.
“Sa Cap Meh itu malam sebelum Tahun Baru Imlek, beda dengan Cap Go Meh yang jatuh di hari ke-15. Di sini biasanya diisi dengan sembahyang menjelang pergantian tahun. Karena di vihara ini ada tempat penitipan abu jenazah, Sa Cap Meh juga menjadi waktu untuk sembahyang kepada para leluhur yang sudah wafat,” ujar pengurus Vihara Setia Budha Binjai, Irma, Senin (9/2/2026).
Makna tersebut sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Lambung Mangkurat berjudul “Cultural Acculturation of China: Ethnographic Study in Banjarmasin”. Dalam kajian itu dijelaskan, Sa Cap Meh merujuk pada malam ke-30 bulan ke-12 dalam penanggalan Tionghoa, yang dimaknai sebagai fase persiapan menjelang Tahun Baru Imlek.
Pada periode ini, masyarakat Tionghoa melakukan berbagai persiapan, seperti membersihkan rumah dan tempat ibadah, menyiapkan perlengkapan sembahyang, serta melengkapi kebutuhan perayaan. Kegiatan tersebut mencerminkan kesiapan secara fisik maupun spiritual sebelum memasuki tahun yang baru.
Selain sebagai momen persiapan, Sa Cap Meh juga menjadi ajang mempererat kebersamaan keluarga. Seluruh anggota keluarga biasanya berkumpul untuk makan malam bersama dan begadang hingga larut guna menyambut datangnya tahun baru.
Nilai penghormatan kepada leluhur dan kebersamaan keluarga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ini. Dengan demikian, Sa Cap Meh tidak sekadar menjadi penanda waktu menjelang Imlek, tetapi juga sarat makna religius dan kultural sebagai ruang refleksi serta penyucian diri sebelum memasuki Tahun Baru Imlek.