PEKANBARU – Suasana meriah dan penuh khidmat menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun Dewa Po Sin Tay Tei dan Hian Thua Guan Sue yang digelar di Jalan Karya Makmur, Kecamatan Payung Sekaki. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah memadati lokasi perayaan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 April 2026.
Perayaan yang dipusatkan di area lebih luas ini merupakan rangkaian kegiatan dari Cetya Wira Sakti yang berlokasi di Jalan Karya Bakti. Panitia pelaksana, Joni Zhang, menyebutkan bahwa kegiatan diawali dengan pawai rupang yang berlangsung meriah pada 31 Maret.
"Perayaan diawali dengan pemindahan atau pawai rupang diiringi barogsai pada tanggal 31 Maret. Pawai rupang mengambil star dari Cetya Wira Sakti ke lokasi acara HUT Dewa Po Sin Tay Tei dan Hian Thua Guan Sue," ujar Joni Zhang, Jumat (3/4/2026) malam.
Puncak perayaan jatuh pada tanggal 15 bulan kedua dalam kalender Imlek. Beragam rangkaian acara digelar, mulai dari atraksi barongsai, sembahyang bersama, hingga ritual khas seperti menyeberangi jembatan ping an serta pembagian gelang ping an dan po sin hu.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sembahyang bersama dan ritual kho kun. Sementara pada hari terakhir, suasana semakin semarak dengan makan bersama, hiburan artis, serta lelang amal yang diikuti antusias oleh para umat.
"Diperkirakan lebih 1.500 umat Buddha yang menghadiri HUT Dewa Po Sin Tay Tei dan Hian Thua Guan Sue. Berasal dari Pekanbaru dan kabupaten/kota di Provinsi Riau, termasuk dari Batam," ungkapnya.
Perayaan ini menjadi bentuk ungkapan syukur umat atas kesehatan, rezeki, dan berbagai berkah yang diterima. Banyak umat datang untuk berdoa dan berharap kehidupan yang lebih baik.
"Banyak umat yang datang untuk sembahyang berharap diberikan kesehatan dan rezeki," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Joni Zhang juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, sponsor, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.
Sementara itu, Kapolsek Payung Sekaki, Rafidin Lumban Gaol, berharap perayaan dapat berlangsung aman dan menjadi simbol kerukunan.
"Terima kasih kepada panitia dan warga sekitar, ini merupakan salah satu bentuk toleransi dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Malam hiburan turut dihadiri sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat Tionghoa, termasuk Ketua Perkumpulan Kin Men Riau serta berbagai perwakilan organisasi lainnya.
Dalam kepercayaan umat, Dewa Po Sin Tay Tei dikenal sebagai dewa pengobatan, sementara Hian Thua Guan Sue dipercaya memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan. Perayaan ini pun menjadi momen penting untuk memperkuat spiritualitas sekaligus kebersamaan antarumat.