PEKANBARU – Ratusan umat Buddha menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Ang Hai Ji yang digelar di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Wira Sakti Sejahtera, Komplek Sungarden No.39 A, Jalan Tanjung Datuk, Pekanbaru.
Perayaan tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (10–11/3/2026), dengan berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti umat dari Pekanbaru dan daerah sekitarnya.
King Chu TITD Wira Sakti Sejahtera, A Yang Budianto, mengatakan bahwa peringatan HUT Dewa Ang Hai Ji merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Dalam perayaan kali ini, sejumlah kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari atraksi barongsai, sembahyang bersama, makan bersama hingga pengobatan spiritual.
“Pada hari pertama kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB, sedangkan pada hari kedua dimulai pukul 14.00 WIB. Selama dua hari perayaan diperkirakan sekitar 200 umat hadir, baik dari Pekanbaru maupun daerah sekitarnya,” ujar Budianto kepada wartawan.

Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan ritual goyang tandu atau yang kio, yakni prosesi mengarak rupang Dewa Tio Guan Sue mengelilingi kawasan Komplek Sungarden. Prosesi tersebut bertujuan membersihkan lingkungan dari energi negatif.
Arak-arakan tandu tersebut turut diiringi dengan atraksi barongsai yang menambah semarak suasana perayaan.
Dalam perayaan tersebut juga hadir empat tatung, di antaranya tatung Dewa Kwan Tee Kong dan Dewa Locia. Salah satu tatung Dewi Kwan Im diketahui berasal dari Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Perayaan ini juga dihadiri Ketua Harian IKTS Pekanbaru, Nata Hedy Nyo.
Selain ritual keagamaan, kegiatan juga diisi dengan pengobatan spiritual yang dipercaya dapat membantu penyembuhan fisik maupun rohani umat.
“Pengobatan spiritual ini dilakukan langsung oleh Dewa Ang Hai Ji,” jelasnya.
Sementara itu, Tatung Dewa Ang Hai Ji, Sherly Veronika, menyampaikan apresiasi kepada umat yang telah hadir memeriahkan perayaan tersebut.
Ia mengatakan, umat yang datang dapat melakukan sembahyang serta memanjatkan doa untuk kesehatan dan kelancaran rezeki.
Menurutnya, Ang Hai Ji merupakan tokoh ikonik dalam kisah klasik Tiongkok Perjalanan ke Barat. Dalam cerita tersebut, Ang Hai Ji dikenal sebagai Putra Merah atau Raja Iblis Kecil, putra dari Raja Iblis Banteng dan Putri Kipas Besi.
Tokoh ini dikenal memiliki kekuatan api sakti dan sering digambarkan dalam bentuk patung sebagai figur spiritual dalam tradisi Tionghoa. Dalam beberapa tradisi populer, sosoknya digambarkan sebagai anak kecil dengan kekuatan api dan kerap dikaitkan dengan kisah Dewi Kwan Im.
Karakter mitologis ini dikenal memiliki sifat nakal namun sakti dan sering muncul dalam berbagai karya seni patung Tionghoa. (rils)