PEKANBARU – Polisi mengungkap fakta baru terkait tewasnya pegawai bank daerah, Siti Hajar Harahap (42), yang sempat menghebohkan warga Pekanbaru. Korban dipastikan meninggal dunia akibat aksi penjambretan yang dilakukan sepasang kekasih, Jaka (21) dan Srilia Ningsih (26).
Kapolsek Bukit Raya, Kompol David Ricardo, menegaskan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Tengkubey. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban terjatuh setelah tas miliknya ditarik secara paksa oleh pelaku.
“Saksi melihat tersangka menarik tas korban dengan kuat. Korban sempat berusaha mempertahankan tasnya,” ujar Kompol David Ricardo, Senin (26/1/2026).
Tarikan tersebut membuat korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke badan jalan. Setelah korban jatuh, situasi di sekitar lokasi kejadian langsung ramai oleh warga yang melintas dan melihat korban tergeletak di jalan.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut kemudian berteriak dan berusaha mengejar serta menahan kedua pelaku. Melihat kondisi korban yang kritis dan tidak mampu bergerak, saksi segera menghubungi layanan ambulans.
“Korban sempat dilarikan ke RS Santa Maria, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit,” jelas David.
Sementara itu, kedua pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa. Kendaraan yang mereka gunakan bahkan dibakar warga hingga hangus. Akibat kejadian tersebut, Jaka dan Srilia mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Jaka mengalami luka robek di bagian pelipis kiri dan kepala belakang. Sedangkan Srilia Ningsih, yang merupakan kekasihnya, mengalami luka lebam di mata kanan.
“Kedua pelaku adalah pasangan kekasih. Korban murni meninggal akibat penjambretan, dan tidak ada barang yang berhasil dibawa pelaku karena korban terjatuh,” tegas Kompol David Ricardo.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna proses hukum lebih lanjut.