DUMAI - Upaya memulihkan rasa aman masyarakat terus diperkuat Polres Dumai melalui pengerahan Tim Raga untuk menekan premanisme, pungutan liar (pungli), dan aktivitas geng motor di sejumlah titik rawan Kota Dumai, Kamis (29/1/2026) tengah malam.
Operasi terpadu ini menonjolkan kombinasi patroli preventif, pendekatan humanis, dan penegakan hukum di lapangan.
Ditreskrimum Polda Riau, M Hasyim Risahondua menegaskan, kegiatan tersebut merupakan respons atas keresahan warga sekaligus langkah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari dua fungsi utama, yakni Samapta dan Reskrim,” kata Hasyim.
Dalam operasi itu, polisi mengamankan dua pria berinisial A (48) dan MN (41) yang diduga terlibat praktik pungli. Dari tangan keduanya, petugas menyita uang tunai Rp41 ribu yang diduga hasil pungutan.
Hasyim merinci, Satuan Samapta dipimpin Ipda Jodhy Pratama dengan 17 personel, sementara Satuan Reskrim dipimpin Ipda Carlos L Pasaribu bersama enam anggota.
Kolaborasi ini dirancang agar penindakan berjalan komprehensif, dari pencegahan hingga proses hukum.
Patroli malam difokuskan pada sejumlah lokasi strategis yang dinilai rawan gangguan keamanan, seperti Simpang Purnama Jalan Wan Amir, Jembatan Pelindo Jalan Bahtera, dan kawasan Simpang Nelayan Resto di Jalan Ring Road.
“Lokasi-lokasi ini menjadi perhatian khusus karena sering menjadi tempat berkumpulnya pemuda maupun area yang rentan terjadi aksi premanisme,” ujarnya.
Selain patroli, polisi mengedepankan pendekatan preemtif melalui dialog langsung dengan warga. Petugas mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kejahatan jalanan dan tidak ragu melapor jika menemukan praktik premanisme.
Pendekatan preventif diperkuat lewat komunikasi dengan elemen masyarakat dan organisasi setempat guna mendorong partisipasi menjaga ketertiban lingkungan.
“Hal ini dilakukan demi memastikan tidak ada ruang bagi kelompok motor atau oknum tertentu untuk mengganggu kenyamanan warga Kota Dumai,” tegasnya.
Dalam aspek penegakan hukum, Tim Raga melakukan pemeriksaan badan dan barang terhadap individu mencurigakan serta penggeledahan di titik-titik tersembunyi untuk mengantisipasi senjata tajam, narkoba, atau benda berbahaya.
“Tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya sterilisasi wilayah dari potensi tindak kriminalitas,” katanya.
Sebagai langkah pembinaan awal, dua terduga pelaku pungli dikenai tindakan fisik terukur dan diwajibkan membuat surat pernyataan yang disaksikan keluarga.
Polres Dumai menilai kehadiran polisi secara intensif di lapangan mulai menunjukkan dampak positif terhadap rasa aman masyarakat, khususnya pada aktivitas malam hari.
“Kehadiran polisi di lapangan terbukti efektif memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkas Hasyim.