DAIRI - Ratusan siswa dari SMK HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga hari ketiga pascakejadian, sebanyak 69 siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Salman, mengatakan para siswa dirawat di dua rumah sakit di Sidikalang.
“Masih ada siswa yang dirawat di dua rumah sakit di Sidikalang,” kata Salman saat dihubungi, Kamis (12/2/2026).
Rincian Siswa yang Dirawat
Berdasarkan laporan per pukul 17.00 WIB, sebanyak 30 siswa SMK HKBP Sidikalang masih menjalani perawatan. Rinciannya, 19 siswa dirawat di RSUD dan 11 siswa di RS Serenapita.
Sementara itu, dari SMK Arina Sidikalang, sebanyak 39 siswa masih dirawat berdasarkan data per pukul 18.00 WIB. Sebanyak 32 siswa berada di RSUD dan tujuh siswa di RS Serenapita.
Secara keseluruhan, jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan mencapai 295 orang. Rinciannya, 186 siswa dari SMK HKBP Sidikalang dan 109 siswa dari SMK Arina Sidikalang.
“HKBP 186 orang, Arina 109 orang,” ujar Salman.
Dapur dan Menu yang Sama
Sebelumnya dilaporkan, ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG. Perkembangan terbaru, siswa SMK Swasta Arina Sidikalang juga mengalami kejadian serupa.
“Informasi terbaru, ada juga sekolah lain yang kena, SMK Arina dengan dapur yang sama,” kata Salman, Rabu (11/2).
MBG yang dikonsumsi kedua sekolah tersebut berasal dari SPPG Sidikalang 3. Siswa SMK Arina diketahui menyantap makanan yang didistribusikan pada Selasa.
“Berhenti operasi kan hari ini, SMK Arina ini masih menyantap makanan yang didistribusikan hari Selasa,” ujarnya.
Menu yang dikonsumsi siswa SMK Arina disebut berupa ikan. Namun, nasi diduga mulai basi dan menimbulkan aroma.
“SMK Arina itu ikan, nasi mulai basi dan memunculkan aroma,” tutur Salman.
Operasional SPPG Dihentikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara, Agung Kurniawan, menyatakan operasional SPPG telah dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“SPPG-nya itu sementara sudah ditutup per besok, hari ini keluar suratnya,” kata Agung, Selasa (11/2).
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Labkesda Sumut untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lab. Jadi belum bisa memastikan apakah keracunan karena MBG,” ujarnya.