DAIRI - Sejumlah siswa dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Swasta Arina Sidikalang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Menu yang disajikan disebut dalam kondisi kurang layak konsumsi.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Salman, menyampaikan bahwa laporan dari pihak sekolah menyebut adanya dugaan makanan yang tidak matang sempurna dan mulai basi.
“Menurut laporan kepala sekolah, untuk kejadian di SMK HKBP pada hari Senin menunya ayam. Ada pengakuan ayam belum matang dan cenderung basi. Sementara di SMK Arina, menunya ikan dan nasinya mulai basi serta beraroma,” ujar Salman saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
MBG yang dikonsumsi kedua sekolah tersebut berasal dari penyedia yang sama, yakni SPPG Sidikalang 3. Siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang menyantap makanan pada Senin (9/2), sedangkan siswa SMK Swasta Arina Sidikalang mengonsumsi MBG pada Selasa.
Salman menyebut operasional SPPG telah dihentikan sementara. “Berhenti operasi hari ini. SMK Arina masih menyantap makanan yang didistribusikan hari Selasa,” katanya.
Alami Mual hingga Diare
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing setelah menyantap makanan tersebut.
“Mual-mual, muntah-muntah, diare, sama pusing,” ungkap Salman.
Para siswa yang terdampak saat ini masih menjalani perawatan di dua rumah sakit di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara, Agung Kurniawan, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumut untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“SPPG-nya sementara sudah ditutup per besok, hari ini keluar suratnya,” kata Agung, Selasa (11/2).
Ia menegaskan, hingga kini belum ada hasil laboratorium yang menyatakan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E.coli). Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan kejadian tersebut sebagai keracunan pangan.
“Kita belum bisa mengatakan itu kontaminasi pangan. Hasil temuan dan lab dari Labkesda Sumut belum menyatakan ada temuan terkait E.coli,” ujarnya.
Agung menambahkan, pihaknya akan menyampaikan hasil resmi setelah pemeriksaan laboratorium dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.
“Kalau hasil dari Labkesda sudah eligible, baru kita sampaikan itu keracunan pangan. Untuk saat ini belum bisa kita simpulkan keracunan makanan,” jelasnya.