BATAM - Sebanyak 155 siswa mulai dari tingkat PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menu MBG tersebut diketahui disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Polda Kepulauan Riau bergerak cepat untuk menyelidiki dugaan keracunan massal tersebut. Hingga kini, jumlah korban tercatat mencapai 155 siswa yang tersebar di sejumlah jenjang pendidikan.
"Sejak kejadian, kami sudah melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang dialami anak-anak di Anambas," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei, Sabtu (18/4/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengumpulkan berbagai keterangan dari sejumlah pihak terkait, termasuk saksi dan tenaga ahli di bidang gizi.
"Sudah dilakukan permintaan keterangan kepada beberapa orang, termasuk menghadirkan ahli gizi untuk membantu pemeriksaan terhadap sampel makanan," ujarnya.
Selain itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Batam untuk diuji secara laboratorium.
"Sampel sudah kami serahkan ke BPOM untuk mengetahui kandungan makanan tersebut. Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," jelasnya.
Penyelidikan hingga kini masih terus berlangsung dan berada di bawah kendali langsung Kapolda Kepulauan Riau. Polisi menegaskan akan mengungkap penyebab pasti kejadian ini setelah hasil uji laboratorium diterima.
"Penyelidikan masih berjalan. Kita tunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebabnya," ujarnya.