www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Buronan Penipuan Rp1,1 Miliar Diciduk di Pekanbaru
Kamis, 30 April 2026 - 20:58:10 WIB
Buron 2,5 Tahun, Terpidana Penipuan Lahan Akhirnya Ditangkap di Pekanbaru
Buron 2,5 Tahun, Terpidana Penipuan Lahan Akhirnya Ditangkap di Pekanbaru

PEKANBARU - Pelarian panjang terpidana kasus penipuan lahan, M Sofyan Sembiring, akhirnya berakhir setelah hampir dua setengah tahun buron.

Pria yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu berhasil ditangkap Tim Satuan Tugas Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Riau bersama Kejaksaan Negeri Siak.

Penangkapan dilakukan di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Sofyan diamankan tanpa perlawanan, mengakhiri pelariannya sejak putusan kasasi berkekuatan hukum tetap.

Kepala Kejari Siak, Heri Yulianto, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bentuk komitmen penegakan hukum.

"Hari ini kami menyampaikan kabar penting terkait komitmen kami dalam penegakan hukum dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Tim Satgas Tabur telah berhasil mengamankan seorang terpidana yang masuk dalam DPO atas nama M Sofyan Sembiring," ujar Heri.

Kasus yang menjerat Sofyan bermula pada Agustus 2016 di Kampung Rawang Air Putih, Kabupaten Siak. Ia menawarkan lahan seluas 30 hektare kepada korban, Edi Kurniawan Tarigan, yang kemudian berkembang hingga kesepakatan 100 hektare.

Korban pun tergiur dan melakukan transfer dana secara bertahap kepada pelaku dan istrinya sepanjang 2017 hingga 2019. Namun, lahan yang dijanjikan tak kunjung ada. Korban justru menerima dokumen bermasalah, bahkan sebagian di antaranya sempat diambil kembali dengan alasan pengurusan sengketa.

Puncaknya terjadi pada 2020, saat korban mencoba menguasai lahan tersebut. Ia mendapati lokasi telah dikuasai pihak lain lengkap dengan portal dan plang kepemilikan. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp1.125.000.000.

Dalam proses hukum, Pengadilan Negeri Siak sempat menyatakan Sofyan lepas dari tuntutan. Namun, jaksa mengajukan kasasi hingga akhirnya Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 1315 K/Pid/2023 tanggal 9 November 2023 membatalkan putusan tersebut dan menyatakan Sofyan bersalah atas tindak pidana penipuan, dengan vonis dua tahun penjara.

Alih-alih menjalani hukuman, Sofyan justru melarikan diri. Selama buron, ia berpindah-pindah lokasi, mulai dari Siak hingga Duri, sehingga menyulitkan proses pelacakan.

"Terpidana ini sudah menjadi DPO kurang lebih 2,5 tahun. Selama itu, dia berpindah-pindah, terkadang di Siak, terkadang di Duri. Hal ini yang membuat proses pelacakan cukup sulit," kata Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Tim berhasil menangkap Sofyan di Pekanbaru tanpa perlawanan.

"Alhamdulillah, hari ini berhasil diamankan tanpa perlawanan berkat kerja sama Tim Tabur Kejati Riau dan Kejari Siak," tambahnya.

Saat ditangkap, Sofyan diketahui masih menggunakan identitas aslinya. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui adanya putusan kasasi yang menjeratnya.

"Yang bersangkutan menyampaikan tidak merasa bersalah dan mengira perkaranya selesai pada putusan lepas di tingkat pertama. Ia mengaku tidak mengetahui adanya putusan kasasi," jelasnya.

Saat ini, Sofyan akan segera dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan di Siak untuk menjalani masa hukuman sesuai putusan Mahkamah Agung.

Menutup pernyataannya, Heri Yulianto mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, khususnya di bidang pertanahan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dalam transaksi pertanahan dan mempercayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum," tutupnya dikutip MCRiau.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
 Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid (foto/int)DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru usai bantu penanganan Karhutla di Dayun (foto/int)Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru Usai Sepekan Padamkan Karhutla Siak
PWI Riau umumkan pemenang LKJ Raja Ali Kelana 2026, Fithriady Syam terbaik (foto/ist)PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKJ Raja Ali Kelana 2026
Kelapa sawit mitra plasma sepekan dihargai Rp3.976 per Kg (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Plasma Riau Turun Lagi, Tertinggi Rp3.976 per Kg
Ilustrasi BMKG prediksi asap mengintai Riau seharian (foto/int)Asap Mengintai Riau Seharian, Warga Diminta Tetap Waspada
  Kondisi kabut asap di Pekanbaru makin tebal (foto/Mimi)Kondisi Kabut Asap di Pekanbaru Makin Tebal dan Ganggu Jarak Pandang
Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal (foto/int)Karhutla Masih Jadi Perhatian, Riau Siagakan Helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca
Siswa di Pekanbaru kembali belajar secara daring akibat udara tidak sehat (foto/riki)PM2.5 Pekanbaru Tembus 143,4 µg/m³, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Ketua APHI Komda Riau, Muller Tampubolon.APHI Riau: Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Padamkan Karhutla Paling Efektif
Ilustrasi Karhutla masih menghantui wilayah Riau (foto/int)4.127 Titik Panas Kepung Sumatra, Riau Catat 96 Hotspot
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved