PEKANBARU - Aparat kepolisian kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pembunuhan Dimaris Isni (60) di kawasan Rumbai, Pekanbaru. Langkah ini dilakukan guna melengkapi barang bukti sekaligus mempercepat pengungkapan kasus.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, menjelaskan olah TKP lanjutan dilakukan bersama tim forensik pada Jumat (1/5/2026). Petugas menelusuri setiap sudut rumah korban untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewat.
“Olah TKP kedua ini bertujuan memperdalam temuan sebelumnya serta melengkapi alat bukti. Kami ingin memastikan seluruh fakta terungkap, termasuk kronologi kejadian dan identitas pelaku,” ujar Hasyim.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi. Keterangan para saksi dinilai krusial dalam menelusuri jejak pelaku dan merangkai rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Informasi dari saksi sangat membantu, baik terkait pergerakan pelaku maupun alur kejadian,” tambahnya.
Selain itu, tim gabungan dari Polresta Pekanbaru dan Polda Riau masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polisi menyebut telah mengantongi sejumlah petunjuk penting yang mengarah pada identitas pelaku.
“Pengejaran terus dilakukan. Kami sudah memiliki petunjuk yang mengarah kepada pelaku dan akan bekerja maksimal untuk segera mengungkap kasus ini,” tegas Hasyim.
Dari hasil penyelidikan di lokasi, sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang. Di antaranya perhiasan emas, uang tunai sekitar 400 dolar Singapura, telepon genggam, serta perangkat elektronik lainnya.
Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Kamis (30/4/2026) siang. Saat ditemukan, kondisi rumah dalam keadaan berantakan dan sejumlah barang berharga tidak lagi berada di tempat.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) di rumah korban yang memperlihatkan detik-detik kejadian juga sempat beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat lima orang datang ke rumah korban, termasuk anak korban yang kini telah diamankan untuk dimintai keterangan.
Selain itu, mantan menantu korban juga diketahui berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Korban diduga meninggal dunia setelah mengalami kekerasan menggunakan balok kayu oleh salah satu pelaku.