www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
55 Tahun Toyota Ada untuk Indonesia: Dampingi Setiap Kebutuhan Pelanggan lewat Lini Baru Land Cruiser Family dan bZ4X Touring di GIIAS 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Pledoi Abdul Wahid, Tegaskan Gubernur Nonaktif Pelaku Utama Korupsi Rp3,55 Miliar
Kamis, 23 Juli 2026 - 16:50:38 WIB
Suasana sidang Gubernur Riau Non Aktif Abdul Wahid dalam perkara dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Pekanbaru Kelas 1A, Kamis (23/7/2026).
Suasana sidang Gubernur Riau Non Aktif Abdul Wahid dalam perkara dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Pekanbaru Kelas 1A, Kamis (23/7/2026).

PEKANBARU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru menolak nota pembelaan (pledoi) yang diajukan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid beserta tim penasihat hukumnya.

Permintaan tersebut disampaikan dalam sidang agenda pembacaan replik yang digelar, Kamis (23/7/2026). Dalam repliknya, jaksa menegaskan tetap berpegang pada surat tuntutan yang telah dibacakan sebelumnya dan menilai seluruh dalil pembelaan terdakwa tidak beralasan.

Jaksa menjelaskan, tim penasihat hukum Abdul Wahid memiliki pandangan berbeda mengenai penerapan Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Namun, menurut jaksa, unsur pidana dalam perkara tersebut telah terbukti berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan.

"Bahwa terdakwa Muhammad Arief Setiawan, Dani M Nursalam, dan Marjani telah mengetahui dan menghendaki (will en wetten) dilakukan perbuatan tersebut serta menyadari bahwa tindakan itu dilarang," ujar jaksa dalam persidangan.

Meski mengetahui perbuatan tersebut melanggar hukum, ketiga terdakwa tetap menjalankan perannya masing-masing sehingga seluruh unsur tindak pidana dinilai terpenuhi.

Abdul Wahid Disebut Pelaku Utama

Dalam replik, JPU menegaskan Abdul Wahid merupakan pelaku utama karena saat itu menjabat sebagai Gubernur Riau yang memiliki kewenangan tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk urusan formasi, mutasi, dan promosi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Sementara itu, Muhammad Arief Setiawan, Dani M Nursalam, dan Marjani disebut sebagai pihak yang turut serta membantu terlaksananya dugaan tindak pidana tersebut.

Jaksa memaparkan, Abdul Wahid diduga secara langsung meminta para Kepala UPT menyerahkan uang untuk kebutuhan operasional melalui dua pertemuan yang berlangsung pada 17 April 2025 dan 26 Mei 2025.

Selain itu, terdakwa juga disebut melakukan pemaksaan melalui Muhammad Arief Setiawan dan Dani M Nursalam dalam pertemuan di rumah kediamannya pada akhir Mei 2025.

Dalam perkara tersebut, Arief Setiawan disebut bertugas memastikan pengumpulan uang dari para Kepala UPT, sedangkan Dani M Nursalam berperan menagih sekaligus menerima uang yang telah dikumpulkan. Adapun Marjani diduga menerima dan menyimpan uang tersebut.

"Berdasarkan uraian tersebut, fakta hukum dalam surat tuntutan telah bersesuaian dengan alat bukti yang diajukan di persidangan, sehingga unsur Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP telah terbukti secara sah dan meyakinkan," ujar jaksa.

Pledoi Dinilai Tidak Beralasan

JPU juga menyatakan tidak lagi menanggapi sejumlah argumentasi yang disampaikan tim penasihat hukum Abdul Wahid karena seluruhnya telah dijelaskan secara rinci dalam surat tuntutan maupun replik.

Menurut jaksa, seluruh fakta hukum yang dipersoalkan pihak terdakwa telah dibahas sebelumnya sehingga tidak perlu diuraikan kembali dalam persidangan.

Keterangan Saksi Meringankan Dipersoalkan

Dalam replik tersebut, JPU turut menyoroti keterangan sejumlah saksi a de charge yang dihadirkan pihak terdakwa, yakni Akmal Fauzan, Amriadi, Rafi, dan Marjani.

Jaksa menilai keterangan Akmal Fauzan dan Amriadi tidak objektif karena keduanya pernah bekerja dan menerima honor dari Abdul Wahid serta terlibat sebagai tim sukses pada masa kampanye.

Selain itu, kedua saksi disebut telah mengikuti jalannya persidangan sebelumnya sehingga dinilai mengetahui seluruh rangkaian keterangan saksi lain.

Sementara itu, Marjani dan Rafi dinilai memiliki hubungan kerja yang cukup lama sebagai staf dan ajudan Abdul Wahid sehingga keterangannya dianggap berpotensi menguntungkan terdakwa.

Atas dasar tersebut, JPU meminta majelis hakim mengesampingkan keterangan para saksi a de charge tersebut.

Di akhir replik, JPU kembali menegaskan tetap berpegang pada tuntutan pidana yang telah dibacakan dalam sidang sebelumnya.

"Kami penuntut umum bersikap tetap pada surat tuntutan pidana yang telah dibacakan dan meminta nota pembelaan terdakwa maupun tim advokatnya ditolak atau setidak-tidaknya dikesampingkan," tegas jaksa.

Sumber: Riaupos


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
TAM Hadirkan Model-Model Terbaru Kendaraan Elektrifikasi (xEV) Toyota di GIIAS 2026 — Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Takuya Yokohama (kedua kiri) dan Wakil Presiden Direktur TAM Jap Ernando Demily (kedua kanan) bersama jajaran direktur TAM lainnya, yaitu Bansar Maduma (kanan) dan Hiroyuki Oide (kiri), berfoto bersama dikelilingi jajaran kendaraan elektrifikasi (xEV) Toyota yang ditampilkan TAM di booth Toyota pada penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (29/07). 55 Tahun Toyota Ada untuk Indonesia: Dampingi Setiap Kebutuhan Pelanggan lewat Lini Baru Land Cruiser Family dan bZ4X Touring di GIIAS 2026
Pansel umumkan 28 calon pimpinan BRKS yang lolos.(ilustrasi/int)28 Nama Lolos Seleksi Administrasi Bos Baru BRKS, Ini Daftar Lengkapnya
Pemutihan pajak di Riau selama bulan Agustus 2026.(ilustrasi/int)Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai 1 Agustus 2026, Tunggakan 5 Tahun Bisa Bayar 2 Tahun
Malaria hantui warga Sinaboi, Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Malaria Masih Hantui Sinaboi, Warga Rohil Minta Pemerintah Lebih Serius
Syafrudin Iput serap aspirasi warga Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Pokir Rp11 Miliar Jadi Harapan, Syafrudin Iput Bawa Aspirasi Warga Bangko ke APBD 2027
  Cuaca Riau Hari Ini, Pekanbaru Berpotensi Diguyur Hujan Siang hingga Malam
Koalisi Keberlanjutan Media resmi berdiri.(foto: istimewa)20 Organisasi dan Institusi Bersatu, Koalisi Baru Ini Bidik Masa Depan Jurnalisme Indonesia
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: int)Gaji ke-13 ASN Rohil-Inhu Beres, Pemprov Riau Masih Kawal Hak Pegawai di Daerah
Jajaran top manajemen PT TAM usai Toyota GAZOO Racing Press Conference di booth Toyota.(foto: istimewa)Toyota GR Makin Diminati, Varian Sporty Sumbang Lebih dari 60% Penjualan
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)51 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 10 Titik Panas Sore ini
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved