KUANSING - Dua rakit yang diduga digunakan untuk pertambangan emas tanpa izin (PETI) melarikan diri saat polisi melakukan pengecekan di Sungai Kuantan, Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (10/10/2026).
Kedua rakit tersebut diduga memanfaatkan mesin pendorong untuk menghindari petugas.
Peristiwa ini memperlihatkan tantangan penindakan aktivitas tambang ilegal di aliran Sungai Kuantan.
Ketika personel Polsek Cerenti tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, kedua rakit langsung bergerak menuju hilir sungai.
Pengecekan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat melalui Layanan Kepolisian 110 mengenai dugaan aktivitas PETI di kawasan tersebut.
Kapolsek Cerenti, Iptu Debi Setiawan mengatakan, penggunaan mesin pendorong membuat rakit dapat dengan cepat meninggalkan lokasi bersama sarana penambangannya.
“Rakit yang beroperasi di Sungai Kuantan menggunakan mesin pendorong, jadi mereka mudah kabur meninggalkan lokasi bersama sarana tambang,” ujar Debi.
Meski petugas telah mendatangi lokasi, dua rakit tersebut berhasil meninggalkan kawasan sebelum dapat diperiksa lebih lanjut.
Dalam laporan yang disampaikan, belum disebutkan adanya pelaku yang berhasil diamankan maupun sarana tambang yang disita dalam kegiatan tersebut.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penegakan hukum terhadap dugaan PETI, terutama di wilayah sungai yang memungkinkan sarana tambang berpindah dengan cepat.
Pengecekan lapangan perlu ditindaklanjuti dengan langkah penegakan hukum apabila ditemukan bukti pelanggaran.
Debi mengingatkan, penambangan tanpa izin tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar sungai.
Polsek Cerenti meminta warga turut mengawasi lingkungan masing-masing dan melaporkan dugaan aktivitas PETI melalui layanan 110.
“Laporan yang masuk ke Layanan Kepolisian 110 pasti akan kami tindak lanjuti. Kami juga meminta agar warga berperan aktif dalam mencegah aktivitas PETI di lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.