www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Marhum Pekan Jadi Pahlawan Nasional, LAMR Pekanbaru: Pengakuan atas Sejarah Melayu Riau
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok PT Djarum, Praktik Diduga Berlangsung Sejak 2010 dan Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Selasa, 03 November 2026 - 07:01:00 WIB
ist.
ist.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi pembayaran cukai rokok yang menyeret PT Djarum. Praktik yang sedang diselidiki tersebut diduga telah berlangsung selama 16 tahun, yakni sejak 2010 hingga 2026.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, membenarkan informasi mengenai dugaan praktik yang berlangsung sejak 2010 tersebut.

"Iya, betul," kata Achmad saat dikonfirmasi pada Senin (2/11/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidik mendalami dugaan tidak terpenuhinya kewajiban pembayaran cukai rokok sesuai ketentuan. Salah satu aspek yang ditelusuri adalah dugaan pemecahan produksi rokok melalui sejumlah perusahaan yang disebut terafiliasi dengan PT Djarum.

Skema tersebut diduga membuat pembayaran cukai menjadi lebih rendah dari yang seharusnya, sehingga berpotensi mengurangi penerimaan negara.

Dalam perhitungan awal, potensi kerugian negara dari perkara ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Meski demikian, angka tersebut masih didalami oleh penyidik KPK.

Dalam rangkaian penyidikan, KPK telah menggeledah enam perusahaan yang terafiliasi dengan PT Djarum pada Kamis (29/10/2026). Dari kegiatan tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penggeledahan terhadap enam perusahaan itu merupakan bagian dari proses penyidikan dugaan korupsi di sektor cukai.

"Kali ini, objek penggeledahannya adalah enam perusahaan yang terafiliasi dengan PT Djarum," ujar Budi.

Sebelum menggeledah enam perusahaan tersebut, penyidik juga telah melakukan penggeledahan di kantor pusat PT Djarum serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus, Jawa Tengah.

Dalam penggeledahan sebelumnya, KPK mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

Budi menjelaskan, seluruh barang bukti yang telah disita akan dianalisis dan ditelusuri lebih lanjut. Langkah itu dilakukan untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan negara dari sektor cukai rokok.

Sementara itu, PT Djarum sebelumnya menyatakan akan bersikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

Meski demikian, perusahaan mengaku belum mengetahui secara terperinci perkara yang tengah ditelusuri oleh KPK.

"Kami menghormati dan menaati proses hukum," kata Corporate Communications Manager PT Djarum, Budi Darmawan.

Hingga saat ini, penyidik KPK masih melakukan pendalaman untuk mengungkap konstruksi perkara, pihak-pihak yang terlibat, serta besaran potensi kerugian negara.

Sumber: RRI


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka (foto/ist)Marhum Pekan Jadi Pahlawan Nasional, LAMR Pekanbaru: Pengakuan atas Sejarah Melayu Riau
Sambut HUT Dewa Tua Lang Kong, TITD Hong San Kiong Pekanbaru membagikan hampir 200 paket sembako (foto/ist)Peduli Warga Sekitar, TITD Hong San Kiong Pekanbaru Salurkan Ratusan Paket Sembako
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto (foto/int)Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, SF Hariyanto Minta Warga Riau Siaga
Lebih 6.400 peserta telah memperoleh sertifikat pelatihan XLSMART Future Ready (foto/ist)XLSMART Future Ready Bantu 1.050 Anak Muda Raih Pekerjaan
Kapolres Pelalawan, AKBP Ahmad Nur ajak warga bersama jaga Kamtibmas (foto/afrizal)Kapolres Pelalawan Ajak Warga Aktifkan Kembali Ronda Malam
  Ilustrasi hasil Moto3 Qatar 2026 Veda Ega Pratama dekati lima besar klasemen (foto/dok. Honda Team Asia)Start dari Posisi 14, Veda Ega Pratama Finis P4 di Moto3 Qatar
Tingkatkan pelayanan kesehatan, Bupati Inhu Ade Agus serahkan ambulans dan 50 kasur ke RSUD Indrasari (foto/ist)RSUD Indrasari Rengat Terima Ambulans dan 50 Kasur Pasien, Bupati Inhu Dorong Peningkatan Layanan
Ilustrasi nelayan di Reteh Inhil ditemukan tewas dalam mulut buaya sepanjang 4 meter (foto/int) Tragis! Nelayan 27 Tahun di Inhil Tewas Diterkam Buaya Sungai Undan
Reses anggota DPRD Pekanbaru, Aidhil di Kelurahan Air Hitam (foto/Mimi)Reses Aidhil di Kelurahan Air Hitam, Warga Laporkan Jalan Rusak dan PJU
Pemprov bersiap menjadi destinasi wisata medis regional (foto/int)Warga Riau Banyak Berobat ke Luar Negeri? Pemprov Siapkan Strategi Medical Tourism
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved