www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


BBKSDA Riau Pakai Drone dan Pasang Kamera Trap di Inhil, Harimau Diduga Lebih dari Seekor
Selasa, 28 Juli 2026 - 18:26:17 WIB
Harimau Sumatera.(ilustrasi/int)
Harimau Sumatera.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Kemunculan harimau sumatera di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mendorong Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan pemantauan lebih intensif.

Sebanyak enam personel BBKSDA Riau diterjunkan ke lokasi untuk menelusuri keberadaan satwa liar tersebut.

Tim yang dipimpin Bambang Santoso bersama aparatur Desa Danai memasang kamera jebak atau camera trap di kawasan Dusun Bukit pada Selasa (28/7/2026).

Lokasi pemasangan kamera berada di area yang didominasi semak belukar serta bekas perkebunan kelapa milik warga yang sudah tidak lagi produktif. Dusun Bukit berjarak sekitar empat kilometer dari pusat Desa Danai.

Kades Danai, Halim membenarkan pemasangan kamera jebak tersebut sebagai bagian dari upaya memantau pergerakan harimau yang dilaporkan terlihat warga.

"Sudah dipasang kamera tadi di Dusun Bukit," kata Halim, Rabu (28/7/2026).

Selain memasang kamera jebak sekitar pukul 15.00 WIB, tim BBKSDA Riau juga menggunakan drone untuk melakukan pemantauan dari udara.

Namun, hingga kegiatan tersebut selesai, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar lokasi.

Meski demikian, dugaan keberadaan harimau di kawasan tersebut bukan tanpa dasar.

Aparatur desa menyebut warga sebelumnya menemukan jejak kaki harimau di sekitar Dusun Bukit.

Bahkan, seorang warga dilaporkan melihat langsung seekor harimau pada Rabu sekitar pukul 13.00 WIB.

Halim mengatakan, temuan jejak tersebut juga memunculkan dugaan bahwa harimau yang berkeliaran di sekitar kawasan itu kemungkinan lebih dari satu ekor.

"Tadi ada warga melihat harimau di Dusun Bukit, satu ekor. Tapi kalau melihat jejaknya diperkirakan ada dua ekor. Karena dari bekas tapak harimau itu ada yang besar, ada juga yang kecil," ujar Halim.

Karena tim BBKSDA Riau baru tiba di Desa Danai setelah menempuh perjalanan dari Pekanbaru dan hari telah beranjak sore, pemantauan lanjutan diputuskan untuk dilakukan pada pagi berikutnya.

Kamera jebak yang telah dipasang akan kembali diperiksa untuk mengetahui apakah harimau tersebut melintas di sekitar lokasi.

Pemantauan juga diharapkan dapat membantu petugas mengidentifikasi pola pergerakan satwa yang dilaporkan muncul di kawasan perkebunan warga.

"Besok pagi kita lanjutkan lagi," ungkap Halim.

Kemunculan harimau di Desa Danai disebut telah berlangsung selama sekitar lima hari.

Situasi tersebut mulai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang sebagian besar menggantungkan kehidupan dari kegiatan berkebun.

Warga kini mengaku khawatir untuk beraktivitas di kebun. Ancaman juga semakin dirasakan setelah ternak sapi milik warga dilaporkan menjadi korban serangan satwa liar tersebut.

Kondisi ini turut memengaruhi aktivitas pendidikan. Disdik Inhil disebut telah mengeluarkan kebijakan agar kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring sebagai langkah antisipasi untuk mencegah risiko terhadap para siswa.

Bagi pemerintah desa, penanganan cepat diperlukan agar situasi keamanan warga segera kembali normal.

Masyarakat berharap tim BBKSDA Riau dapat segera memastikan keberadaan harimau sekaligus mengambil langkah penanganan yang tepat.

"Mudah-mudahan persoalan ini bisa cepat ditangani oleh BBKSDA. Karena sekarang ini orang-orang takut berkebun, anak-anak juga takut ke sekolah," harap Halim.

Pemantauan menggunakan kamera jebak dan drone menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi keberadaan serta pergerakan harimau di sekitar Dusun Bukit.

Hasil pemantauan di lapangan selanjutnya diharapkan menjadi dasar bagi petugas dalam menentukan langkah penanganan terhadap konflik antara manusia dan satwa liar tersebut.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
 Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid (foto/int)DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru usai bantu penanganan Karhutla di Dayun (foto/int)Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru Usai Sepekan Padamkan Karhutla Siak
PWI Riau umumkan pemenang LKJ Raja Ali Kelana 2026, Fithriady Syam terbaik (foto/ist)PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKJ Raja Ali Kelana 2026
Kelapa sawit mitra plasma sepekan dihargai Rp3.976 per Kg (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Plasma Riau Turun Lagi, Tertinggi Rp3.976 per Kg
Ilustrasi BMKG prediksi asap mengintai Riau seharian (foto/int)Asap Mengintai Riau Seharian, Warga Diminta Tetap Waspada
  Kondisi kabut asap di Pekanbaru makin tebal (foto/Mimi)Kondisi Kabut Asap di Pekanbaru Makin Tebal dan Ganggu Jarak Pandang
Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal (foto/int)Karhutla Masih Jadi Perhatian, Riau Siagakan Helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca
Siswa di Pekanbaru kembali belajar secara daring akibat udara tidak sehat (foto/riki)PM2.5 Pekanbaru Tembus 143,4 µg/m³, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Ketua APHI Komda Riau, Muller Tampubolon.APHI Riau: Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Padamkan Karhutla Paling Efektif
Ilustrasi Karhutla masih menghantui wilayah Riau (foto/int)4.127 Titik Panas Kepung Sumatra, Riau Catat 96 Hotspot
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved