PEKANBARU – Pada Selasa, 20 Januari 2026, umat Islam diperkirakan memasuki bulan Sya’ban 1447 Hijriah, bulan kedelapan dalam kalender Islam yang berada di antara Rajab dan Ramadan. Sya’ban memiliki keutamaan penting sebagai masa persiapan menuju Ramadan, sebagaimana dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam sunnah beliau yang sahih.
1. Bulan yang Paling Banyak Rasulullah ﷺ Gunakan untuk Berpuasa Sunnah
Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjelaskan kebiasaan Rasulullah ﷺ di bulan Sya’ban:
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ ﷺ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
Artinya:
"Rasulullah ﷺ tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada di bulan Sya’ban. Bahkan beliau berpuasa hampir sebulan penuh di bulan Sya’ban."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban adalah amalan yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ, sebagai bentuk persiapan spiritual menuju Ramadan.
2. Bulan Diangkatnya Amal-Amal Manusia
Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya:
"Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa."
(HR. An-Nasa’i dan Ahmad – hadis hasan)
Makna hadis ini sejalan dengan sunnah Nabi ﷺ, yakni menghidupkan waktu yang sering dilalaikan manusia dengan ibadah.
3. Anjuran Memperbanyak Selawat (Tanpa Pengkhususan Waktu yang Tidak Sahih)
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan."
(QS. Al-Ahzab: 56)
Catatan Penting:
Tidak terdapat hadis sahih dari Bukhari dan Muslim yang secara khusus menyebut Sya’ban sebagai bulan turunnya ayat selawat, atau menyatakan “Sya’ban adalah bulanku”. Riwayat tersebut lemah, sehingga tidak dijadikan landasan penetapan keutamaan khusus.
Namun, berselawat adalah amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, termasuk di bulan Sya’ban, tanpa mengkhususkannya dengan dalil yang tidak sahih.
4. Tentang Malam Nisfu Sya’ban: Sikap Ahlus Sunnah
Beberapa hadis tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban diriwayatkan di luar Bukhari dan Muslim, dengan derajat diperselisihkan. Sebagian ulama menyatakan hasan secara makna, namun:
Tidak ada hadis sahih dari Bukhari dan Muslim
Tidak ada tuntunan khusus dari Nabi berupa:
Salat tertentu
Bacaan Yasin tertentu
Amalan berjamaah khusus
Sikap yang benar menurut Ahlus Sunnah:
Menghidupkan malam tersebut dengan ibadah umum (shalat malam, doa, istighfar) TANPA mengkhususkan bentuk atau tata cara tertentu.
5. Hadis Ampunan di Bulan Sya’ban (Tanpa Menetapkan Ritual Khusus)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
(HR. Ibnu Majah – diperselisihkan, bukan Bukhari-Muslim)
Makna hadis ini mendorong umat Islam untuk membersihkan tauhid dan memperbaiki hubungan sosial, namun tidak menjadi dasar penetapan ibadah khusus pada malam Nisfu Sya’ban.
6. Peristiwa Perpindahan Kiblat
Perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram benar terjadi, berdasarkan Al-Qur’an:
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ...
(QS. Al-Baqarah: 144)
Namun, penentuan waktu pasti di malam Nisfu Sya’ban tidak memiliki dalil sahih dari Nabi ﷺ. Maka cukup diyakini sebagai peristiwa besar sejarah Islam tanpa mengaitkannya dengan ritual khusus.
7. Sya’ban sebagai Masa Persiapan Menuju Ramadan
Makna paling kuat tentang Sya’ban menurut sunnah Nabi ﷺ adalah:
Membiasakan puasa sunnah
Memperbanyak amal saleh
Melatih diri sebelum Ramadan
Inilah hikmah utama Sya’ban, sebagaimana praktik Rasulullah yang sahih dan nyata.
Kesimpulan Sunnah
Memperbanyak puasa sunnah
Menghidupkan waktu yang sering dilalaikan
Memperbaiki niat dan amal sebelum Ramadan
Mengkhususkan ibadah tanpa dalil sahih
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menyambut Ramadan dengan kesiapan iman dan amal, mengikuti sunnah Nabi Muhammad secara benar.