PEKANBARU - Pada malam-malam Ramadan, umat Islam dianjurkan menghidupkan ibadah qiyam Ramadan, yang dikenal sebagai salat Tarawih. Salat ini dilaksanakan setelah salat Isya dan sebelum salat witir.
Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) bagi laki-laki maupun perempuan. Anjuran menghidupkan malam Ramadan dengan salat malam didasarkan pada hadis sahih bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Dalam riwayat sahih dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah melaksanakan salat malam Ramadan secara berjamaah bersama para sahabat. Namun beliau tidak melakukannya secara terus-menerus agar tidak memberatkan umat dan tidak dianggap sebagai kewajiban. Oleh karena itu, salat Tarawih boleh dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri.
Niat Salat Tarawih
Sesuai tuntunan sunnah, niat salat Tarawih cukup dihadirkan di dalam hati ketika takbiratul ihram. Tidak terdapat dalil sahih yang menetapkan lafaz niat tertentu yang harus diucapkan. Pelafalan niat secara lisan tidak diwajibkan dan bukan bagian dari rukun salat.
Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Berdasarkan riwayat sahih dari Aisyah RA, Rasulullah SAW tidak pernah menambah salat malam di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan lebih dari sebelas rakaat, termasuk salat witir. Inilah yang menjadi dasar utama pelaksanaan salat Tarawih sebelas rakaat, dengan rincian delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat witir.
Muhammadiyah memandang praktik ini sebagai yang paling kuat landasannya karena langsung bersumber dari hadis sahih tentang salat malam Rasulullah SAW. Adapun praktik dua puluh rakaat yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA dipahami sebagai ijtihad sahabat, namun tidak dijadikan ketentuan utama.
Tata Cara Salat Tarawih
Salat Tarawih dikerjakan sebagaimana salat sunnah pada umumnya, dengan dua rakaat satu salam. Tata caranya sebagai berikut:
1. Takbiratul ihram
2. Membaca Surah Al-Fatihah dan ayat Al-Qur’an
3. Ruku, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud
4. Melaksanakan rakaat kedua dengan urutan yang sama
5. Tasyahud dan salam
Salat ini diulang hingga genap delapan rakaat, kemudian dilanjutkan dengan salat witir tiga rakaat sebagai penutup qiyam Ramadan.