JAKARTA - Mudik Lebaran sering kali diwarnai satu kekhawatiran yang sama: sinyal internet yang tiba-tiba hilang di tengah perjalanan.
Namun pengalaman berbeda justru ditunjukkan oleh duo kreator konten Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan melalui program #DVET bertajuk Perjalanan Menuju Lebih Baik.
Dalam perjalanan darat dari Jakarta menuju Yogyakarta, keduanya sukses mencatatkan rekor di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori livestream TikTok nonstop terlama di jalur mudik, dengan durasi siaran langsung mencapai 11 jam tanpa terputus.
Sepanjang perjalanan tersebut, Dave dan Iwet mengajak pengikut mereka merasakan pengalaman “mudik bareng” secara virtual.
Melalui siaran langsung di TikTok, mereka berbagi cerita perjalanan, obrolan santai di mobil, hingga refleksi Ramadan bersama sejumlah narasumber.
Beberapa figur yang ikut hadir dalam percakapan selama perjalanan di antaranya Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, Gian Pratama, serta Alfie.
Percakapan yang berlangsung santai menghadirkan berbagai sudut pandang tentang perjalanan spiritual dan personal selama Ramadan.
Dave Hendrik mengatakan pengalaman tersebut terasa unik karena perjalanan fisik ke kampung halaman bisa dibagikan secara langsung kepada jutaan pengikut mereka.
“Seru sekali bisa membawa followers ikut ‘mudik bareng’ secara virtual. Dari awal perjalanan sampai mendekati Jogja, semuanya terasa sangat lancar. Rasanya seperti perjalanan panjang yang ditemani jutaan orang,” ujar Dave, Rabu (11/3/2026).
Keberhasilan siaran langsung selama perjalanan panjang itu tidak lepas dari dukungan jaringan Indosat Ooredoo Hutchison yang telah dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama musim mudik.
Melalui program Ekspedisi Jaringan Andal, perjalanan Dave dan Iwet sekaligus menjadi simulasi nyata untuk menguji stabilitas jaringan di jalur mudik terpadat.
Hal ini penting karena pada periode tersebut mobilitas masyarakat meningkat drastis dan kebutuhan konektivitas juga melonjak.
Pengguna internet saat mudik umumnya memanfaatkan jaringan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari navigasi digital, komunikasi dengan keluarga, transaksi non-tunai, hingga hiburan selama perjalanan.
Untuk memastikan kualitas layanan, Indosat melakukan optimalisasi jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama serta lebih dari 790 titik Point of Interest (POI) seperti gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, dan destinasi wisata.
Seluruh jaringan tersebut dipantau secara real-time selama 24 jam guna memastikan layanan tetap stabil sepanjang periode Ramadan hingga Idulfitri.
Dalam pengukuran internal selama ekspedisi, rata-rata kecepatan internet yang digunakan untuk livestream tercatat mencapai 90 Mbps.
Bahkan pada titik dengan kualitas jaringan paling rendah sekalipun, koneksi tetap stabil dengan kecepatan sekitar 15 Mbps, cukup untuk menjaga siaran langsung tetap berjalan tanpa gangguan.
President Director and CEO IOH, Vikram Sinha menegaskan, momen mudik menjadi ujian sebenarnya bagi kualitas jaringan telekomunikasi.
“Perjalanan mudik adalah momen ketika koneksi benar-benar diuji. Jutaan orang bergerak di waktu yang sama, dan pelanggan ingin tetap bisa memberi kabar kepada keluarga, melakukan navigasi, hingga berbagi momen perjalanan tanpa gangguan,” kata Vikram.
Ia menambahkan bahwa Indosat memastikan jaringan tetap andal di sepanjang jalur mudik agar pengalaman digital pelanggan tetap nyaman.
“Bagi kami, menghadirkan konektivitas yang lebih baik adalah sebuah perjalanan, bukan sekadar klaim, tetapi pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan di setiap kilometer perjalanan mereka,” ujarnya.
Rekor MURI yang diraih melalui livestream ini menjadi gambaran bagaimana mudik di era digital mengalami transformasi.
Perjalanan pulang kampung kini tidak hanya tentang menempuh jarak, tetapi juga tentang tetap terhubung dengan orang lain di dunia maya.
Melalui konektivitas yang stabil, masyarakat dapat berbagi cerita perjalanan, menyapa keluarga secara real-time, hingga menikmati berbagai layanan digital sepanjang perjalanan menuju kampung halaman.(rilis)