PEKANBARU – Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki setelah makan ternyata memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Aktivitas ringan ini dinilai mampu membantu proses metabolisme sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Mengutip laporan detikHealth, setelah makan tubuh memasuki fase “istirahat dan cerna”, yakni kondisi ketika sistem pencernaan bekerja aktif dan terjadi komunikasi intens antara usus dan otak.
Dalam fase tersebut, nutrisi dari makanan seperti karbohidrat, lemak, dan protein dipecah menjadi glukosa, asam lemak, serta asam amino yang kemudian masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini menciptakan periode sensitif pada hubungan usus dan otak yang berpengaruh terhadap suasana hati, stres, hingga proses pencernaan.
Para ahli menyebutkan, waktu tersebut menjadi momen yang tepat untuk melakukan aktivitas ringan. Saat berjalan kaki, otot tubuh berkontraksi dan membantu menyerap glukosa dari darah ke dalam sel, bahkan tanpa bergantung sepenuhnya pada insulin.
Hal ini dinilai bermanfaat terutama bagi lansia atau individu dengan resistensi insulin, serta mereka yang mengonsumsi makanan dalam porsi besar, khususnya di malam hari ketika kinerja insulin cenderung menurun.
Dengan demikian, aktivitas fisik setelah makan dapat menjadi jalur tambahan bagi tubuh dalam mengontrol kadar gula darah. Kebiasaan ini juga berpotensi mengurangi beban kerja pankreas serta menekan lonjakan gula setelah makan.
Profesor kedokteran dari Yale University, Gerald Shulman, menyatakan bahwa aktivitas fisik mampu membantu glukosa masuk ke dalam sel meskipun terjadi gangguan pada respons insulin.
Selain itu, berjalan kaki juga diketahui dapat meningkatkan aliran darah ke organ pencernaan serta mendukung kemampuan tubuh dalam merasakan kondisi internal (interosepsi).
Durasi Ideal Jalan Kaki
Ahli olahraga dan nutrisi dari George Washington University, Loretta DiPietro, menyarankan untuk mulai bergerak sekitar 30 menit setelah makan. Meski demikian, manfaat sudah dapat dirasakan sejak aktivitas dimulai.
Ia menjelaskan, aktivitas yang dilakukan tidak perlu berat. Berdasarkan penelitiannya, berjalan santai selama 15 menit sudah cukup untuk membantu menekan lonjakan gula darah setelah makan.
Studi lain pada 2025 juga menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 10 menit segera setelah makan memiliki efektivitas yang sebanding dengan berjalan 30 menit yang dilakukan lebih lama setelahnya.
Loretta menegaskan, aktivitas tersebut tidak harus sampai membuat tubuh berkeringat. Yang terpenting adalah menjaga tubuh tetap bergerak secara rutin.
Konsistensi menjadi kunci utama untuk memperoleh manfaat jangka panjang, terutama dalam menjaga kesehatan metabolik serta menurunkan risiko penyakit seperti Diabetes dan gangguan jantung.