www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kabel FO di Pekanbaru Akan Masuk Bawah Tanah, Tiga Jalan Jadi Prioritas
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Warisan Usang Menanti Perubahan: PT ITA dan Pemkab Kepulauan Meranti Berkolaborasi Bangun Jalan Tenan–Batang Malas
Selasa, 06 Mei 2025 - 18:43:09 WIB
Anak-anak desa setempat ikut bergotong royong menambal jalan Desa Tenan yang rusak parah
Anak-anak desa setempat ikut bergotong royong menambal jalan Desa Tenan yang rusak parah

SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kini menghadapi ujian berat dalam upaya membangun infrastruktur, setelah pemerintah pusat melakukan rasionalisasi anggaran secara besar-besaran. Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) Spesifik, memaksa banyak rencana pembangunan untuk direvisi, bahkan tertunda.

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, tidak menutup mata atas kenyataan ini. Ia mengakui, selama ini pembangunan infrastruktur di Meranti sangat bergantung pada suntikan dana dari pusat. Kini, dengan pemangkasan yang drastis, upaya memperbaiki jalan, membangun jembatan, dan menyediakan fasilitas umum lainnya semakin menantang.

"Meskipun kita berharap banyak pada TKD dan akhirnya harus menerima pemotongan, semangat membangun tak boleh padam. Apa pun kondisinya, kita tetap berusaha mewujudkan impian dan harapan masyarakat," kata Asmar, menggambarkan sikap pantang menyerah pemerintahannya.

Bagi Kepulauan Meranti, yang dikenal sebagai daerah termuda di Provinsi Riau, tantangan ini bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, kebutuhan akan infrastruktur dasar masih tinggi. Di sisi lain, dana untuk merealisasikannya kini semakin tipis.

Namun, Bupati Asmar dan Wakil Bupati Muzamil Baharuddin, SM, MM, tidak ingin terpaku pada keterbatasan. Mereka berkomitmen mencari berbagai sumber pendanaan alternatif demi kelangsungan pembangunan.

"Memang pembangunan memerlukan anggaran yang besar. Tapi dengan kondisi saat ini, kita harus memutar otak, mencari solusi agar kebutuhan infrastruktur tetap terpenuhi. Meski belum maksimal, kami berusaha agar pemerataan pembangunan tetap berjalan di seluruh kecamatan. Nantinya, jika kondisi anggaran kembali stabil, pembangunan bisa dilanjutkan lebih optimal," jelas Asmar.

Di tengah tantangan ini, semangat untuk membangun Kepulauan Meranti tetap menyala. Bagi Bupati, setiap jengkal jalan baru, setiap jembatan yang diperbaiki, adalah bukti bahwa meski diterpa badai pemangkasan anggaran, cita-cita pembangunan tak pernah benar-benar padam.

Ada satu infrastruktur yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah yakni jalan utama Desa Tenan yang tersambung ke Desa Batang Malas di Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Membentang sepanjang lebih kurang 15 kilometer, jalan ini kini dalam kondisi rusak parah, menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat yang setiap hari harus bergulat dengan risiko di atas roda kendaraan nya.

Jalan ini merupakan peninggalan era Pemerintah Daerah Bengkalis pada tahun 1999. Dengan lebar hanya 2,5 meter, ia belum pernah tersentuh perbaikan signifikan sejak Kepulauan Meranti memisahkan diri dan resmi menjadi kabupaten sendiri 15 tahun silam. Waktu seolah berhenti bagi infrastruktur ini, sementara kebutuhan masyarakat terus bergerak maju.

Upaya masyarakat untuk memperbaiki kondisi jalan sudah dilakukan berulang kali secara swadaya. Dengan segala keterbatasan, mereka bergotong royong menutup lubang menggunakan material base seadanya. Namun, alam tak berpihak. Debu panas dan air hujan secara perlahan menggerus hasil kerja keras itu, membuat lubang-lubang yang sempat tertutup kembali menganga.

Meski demikian, harapan tetap terpatri. Jalan Tenan–Batang Malas bukan hanya soal aspal dan kerikil, tetapi urat nadi yang menghubungkan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga dua desa. Mereka menanti langkah nyata pemerintah untuk memberi kehidupan baru bagi jalan yang sudah terlalu lama menunggu diperbaiki.

Di tengah tantangan berat akibat keterbatasan anggaran, Bupati Asmar, tak tinggal diam. Menyadari betapa vitalnya peran Jalan Desa Tenan bagi masyarakat, Asmar memutar otak dan mengambil langkah strategis dengan menggandeng EMP - PT Imbang Tata Alam (ITA), perusahaan migas yang beroperasi di Kepulauan Meranti.

Dalam pertemuan yang penuh harap itu, Asmar meminta dukungan konkret dari perusahaan untuk membantu memperbaiki infrastruktur jalan yang sudah lama rusak parah. Permintaan itu pun disambut baik. Bak gayung bersambut, EMP PT ITA menyatakan komitmennya untuk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka demi mewujudkan pembangunan jalan yang dinanti-nanti warga.

"Kita berkoordinasi dengan PT ITA untuk ikut membantu pemerintah daerah dalam hal pembiayaan infrastruktur di daerah tersebut, dan perusahaan pun berkomitmen untuk merealisasikannya dengan menggelontorkan dana CSR mereka. Ini adalah bentuk sinergitas kita agar infrastruktur di daerah ini menjadi lebih baik," ungkap Asmar optimis.

Kesungguhan Asmar tidak hanya sebatas pada Jalan Tenan–Batang Malas. Ia menegaskan bahwa seluruh infrastruktur yang rusak di berbagai titik di Kepulauan Meranti akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

"Kita akan benahi semua infrastruktur di kabupaten ini secara perlahan namun pasti. Semuanya akan kebagian. Mengingat anggaran kita tidak cukup banyak untuk dilakukan sekaligus, kita mohon masyarakat bersabar dan doakan agar kesempatan yang diberikan kepada kami bisa maksimal kami laksanakan," tuturnya.

Di sisi teknis, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti telah menyiapkan rencana pembangunan dengan detail. Struktur jalan akan dibangun menggunakan material quarry waste sebagai dasar, bertujuan agar jalan memiliki fondasi yang lebih kuat sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya: Base B, Base A, hingga akhirnya dilapisi hotmix untuk ketahanan jangka panjang.

Dengan kolaborasi yang mulai terbentuk antara pemerintah dan perusahaan, secercah harapan baru pun muncul. Jalan yang dulu hanya menjadi deretan lubang dan ancaman bagi keselamatan, kini mulai mendapat perhatian serius untuk diubah menjadi jalur yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Ditengah pemerintah daerah berjuang keras memenuhi kebutuhan infrastruktur warganya, dukungan dari pihak swasta menjadi angin segar yang sangat dinantikan. EMP - PT Imbang Tata Alam (ITA), yang menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam pembangunan jalan di Desa Tenan–Batang Malas.

Vice President Operation Sumatra EMP, Yoyok S Purwanto, membenarkan adanya komitmen tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi ini murni untuk kepentingan masyarakat, tanpa ada maksud lain selain memberikan manfaat yang nyata bagi daerah.

"Benar ada komitmen dari kami PT ITA akan membangun jalan sepanjang 3 kilometer di Desa Tenan-Batang Malas sesuai apa yang kami bahas bersama Pemkab Kepulauan Meranti. Progress saat ini sedang dalam tahap desain dan penyusunan RAB. Selanjutnya PT ITA akan melakukan mekanisme tender untuk pemilihan kontraktornya," ungkap Yoyok.

Ia juga berharap tidak muncul tudingan miring terhadap kolaborasi ini, karena tujuan utama mereka adalah membangun sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Langkah konkret PT ITA ini semakin memperkuat keyakinan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha adalah salah satu kunci penting dalam mempercepat pembangunan, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan anggaran seperti Kepulauan Meranti. 

Penulis : Ali Imroen



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kabel FO di Pekanbaru akan masuk bawah tanah (foto/Tata)Kabel FO di Pekanbaru Akan Masuk Bawah Tanah, Tiga Jalan Jadi Prioritas
Proses pemadaman Karhutla di Siak.(foto: riaupos.co)Lahan Gambut 1 Hektare di Benayah Siak Terbakar, Api Padam Kurang dari 4 Jam
Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Pekanbaru, Zulfan Hafiz ST.(foto: int)Dukung Seluruh THM di Pekanbaru Tutup Selama Ramadan, DPRD Desak Pemko Segera Terbitkan SE atau Perwako
Pemain PSPS Pekanbaru, Asir Azis.(foto: int)Asir Asiz Jadi Mesin Gol PSPS di Championship Liga 2
Karhutla di Pelalawan.(ilustrasi/int)57 Hotspot Terpantau di Kuala Kampar, Pemadaman Karhutla Terkendala Angin Kencang
  Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal (foto/ist)Karhutla Riau Capai 122,72 Ha Awal 2026, BPBD Klaim Masih Terkendali
Personel TNI saat melakukan pemadaman Karhutla.(ilustrasi/int)Antisipasi Karhutla di Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siagakan 5.750 Personel dan Alutsista Pemadaman
Libur awal Ramadan 1447 Hijriah di Riau belum ditetapkan.(ilustrasi/int)Kapan Libur Awal Puasa Ramadan 2026? Ini Kata Kanwil Kemenag Riau
Harga 1 gram emas Pegadaian Pekanbaru tembus Rp2,984 juta (foto/riki)Harga 1 Gram Emas Pegadaian Pekanbaru Melonjak Jadi Rp2,984 Juta
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho.(foto: int)Ratusan Tiang Billboard Sudah Ditebang, Pemko Pekanbaru Intensifkan Pembersihan 'Sampah Visual'
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
AMSI Riau dan SKK Migas Sumbagut Perkuat Kerjasama di 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved