PEKANBARU – Mitsubishi Fuso menjadi salah satu produsen kendaraan niaga yang dipercaya untuk memenuhi kebutuhan operasional logistik PT Agrinas Pangan Nusantara dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepastian tersebut disampaikan oleh Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya. Ia mengungkapkan bahwa jumlah pesanan yang diterima mencapai puluhan ribu unit.
“Benar, Mitsubishi Fuso dipercaya untuk menyuplai proyek Agrinas sebanyak 20.600 unit. Proses pengadaan dilakukan melalui diler kami, PT Dipo Internasional Pahala Otomotif,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Aji menjelaskan, kendaraan yang dipesan merupakan jenis light duty truck (LDT), yakni Mitsubishi Fuso Canter. Seluruh unit diproduksi di dalam negeri dengan skema completely knocked down (CKD).
Berdasarkan dokumen yang beredar, pemesanan dilakukan melalui distributor resmi Fuso, PT Dipo Internasional Pahala Otomotif, dengan spesifikasi truk enam roda.
Dalam prosesnya, PT Agrinas disebut telah menyetorkan uang muka sekitar Rp2,84 triliun pada awal April 2026. Sementara nilai total kontrak pengadaan mencapai lebih dari Rp10 triliun.
Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara sempat menjadi sorotan publik terkait rencana pengadaan kendaraan niaga impor dalam jumlah besar. Perusahaan tersebut dikabarkan akan mendatangkan sekitar 105 ribu unit pikap dari India dengan status completely built up (CBU).
Rencana impor itu melibatkan dua produsen otomotif asal India, yakni Tata Motors dan Mahindra. Tata Motors disebut akan memasok sekitar 70 ribu unit, terdiri dari model Yodha PU dan Ultra T.7 masing-masing 35 ribu unit. Sementara Mahindra menyuplai 35 ribu unit melalui model Scorpio Pik Up.