PEKANBARU - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyatakan dukungan terhadap program pemerintah melalui pengadaan 10.000 unit truk ringan untuk Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan tersebut berdampak pada ketersediaan unit bagi konsumen umum, dengan masa tunggu pengiriman yang kini lebih panjang dari biasanya.
Kepala Divisi Supply Chain and Marketing Communication HMSI, Wibowo Santoso, mengakui adanya penyesuaian jadwal distribusi unit ke pasar ritel. Jika sebelumnya waktu tunggu berkisar satu hingga dua bulan, saat ini konsumen dapat menanti hingga sekitar empat sampai lima bulan.
Menurutnya, pengalihan fokus produksi dilakukan untuk mendukung program strategis pemerintah yang ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wibowo menjelaskan peningkatan kapasitas produksi tidak dapat dilakukan secara instan. Perusahaan perlu menyesuaikan kesiapan rantai pasok, termasuk ketersediaan bahan baku, dukungan pemasok, serta penyiapan sumber daya manusia dan optimalisasi fasilitas produksi.
Dalam proyek tersebut, HMSI diminta memasok truk ringan tipe enam roda penggerak 4x2 kategori light duty truck (LDT) tipe 136HD.
Secara keseluruhan, PT Agrinas Pangan Nusantara membutuhkan sekitar 80 ribu unit LDT pada 2026. Selain HMSI yang memasok 10.000 unit untuk Koperasi Desa Merah Putih, produsen lain juga terlibat, yakni Mitsubishi Fuso sebanyak 20.600 unit, Foton sebanyak 13.500 unit, dan Isuzu sekitar 900 unit.
Untuk segmen light truck impor, Agrinas menggandeng Tata Motors yang akan memasok sekitar 35 ribu unit Ultra T.7 bagi Koperasi Desa Merah Putih.