KUANSING - Insiden meninggalnya seorang bocah berusia 5 tahun akibat tenggelam di galian septiktank proyek pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) menjadi peringatan keras soal lemahnya standar keselamatan proyek di ruang publik.
Menyikapi tragedi tersebut, Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) langsung menginstruksikan seluruh proyek Gerai KMP agar segera dipagari dan dilengkapi rambu peringatan.
Kadiskopdagrin Kuansing, Masnur menegaskan, area pembangunan yang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan merupakan potensi bahaya serius, khususnya bagi anak-anak yang kerap beraktivitas di sekitar lokasi proyek.
“Kawasan proyek yang tidak dilengkapi pagar pengaman adalah ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Terlebih lagi, anak-anak sangat rentan terhadap risiko kecelakaan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, di dalam area proyek Gerai KMP terdapat sejumlah titik berbahaya seperti galian septiktank, fondasi bangunan, serta tumpukan material konstruksi yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan kecelakaan fatal.
Tak hanya pemasangan pagar, Diskopdagrin juga mewajibkan kontraktor proyek untuk memasang plang peringatan dan larangan masuk di setiap titik pembangunan.
“Kami meminta pelaksana proyek bertanggung jawab penuh terhadap aspek keselamatan. Jangan sampai kelalaian ini kembali merenggut nyawa,” tegasnya.
Diketahui, peristiwa memilukan tersebut terjadi di area proyek Gerai KMP yang berlokasi di Pasar Kopah, Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah, pada Senin pagi (19/1/2026).
Korban berinisial AF (5), anak laki-laki warga setempat, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di galian septiktank berisi air hujan.
Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana melalui Kasat Reskrim Polres Kuansing, Iptu Gerry Agnar Timur mengungkapkan, hasil olah TKP menunjukkan tidak adanya pagar pengaman maupun papan peringatan di area proyek tersebut.
“Di lokasi tidak ditemukan pagar proyek ataupun plang peringatan. Galian septiktank sedalam sekitar dua meter terisi penuh air akibat hujan,” tukas Iptu Gerry.