PEKANBARU - Performa PSPS Riau belum menunjukkan lonjakan berarti meski manajemen telah mendatangkan 14 pemain baru pada pertengahan musim. Harapan untuk bangkit dan merangsek ke papan atas klasemen sejauh ini belum sepenuhnya terwujud.
Sejak kedatangan amunisi anyar, PSPS hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir. Satu-satunya hasil positif itu diraih saat menjamu Persekat Tegal di Stadion Kaharuddin Nasution pada pekan ke-16 dengan skor 2-0.
Lima laga lainnya berakhir kurang memuaskan. PSPS tumbang 3-2 di kandang Sumsel United pada pekan ke-15, lalu bermain imbang 1-1 menghadapi Adhyaksa FC di pekan ke-17.
Memasuki pekan ke-18, PSPS kembali kalah 4-2 saat bertandang ke markas Persiraja Banda Aceh. Pada putaran berikutnya, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 saat kembali menghadapi Persiraja serta ditahan 2-2 oleh Adhyaksa FC di Banten.
Dari enam pertandingan tersebut, tim berjuluk Askar Bertuah hanya mengoleksi enam poin. Capaian ini tentu jauh dari ekspektasi, mengingat pelatih Aji Santoso sebelumnya optimistis tambahan pemain baru bisa mendongkrak performa tim.
“Kami sudah berusaha memaksimalkan materi pemain yang ada. Target kami jelas, memperbaiki posisi dan bersaing untuk promosi. Tapi hasil di lapangan belum sesuai harapan,” ujar Aji, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan kompetisi masih menyisakan pertandingan yang bisa dimaksimalkan untuk memperbaiki posisi. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan demi menjaga peluang promosi tetap terbuka.
Saat ini PSPS tertahan di peringkat kedelapan Grup A. Sementara puncak klasemen ditempati Garudayaksa FC dengan 37 poin, disusul Adhyaksa FC Banten dengan raihan angka yang sama. Situasi ini membuat PSPS dituntut tampil lebih konsisten jika ingin menjaga asa naik kasta musim depan.