BAGANSIAPIAPI – Turnamen domino di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mulai diarahkan lebih dari sekadar ajang hiburan masyarakat.
Sebanyak 38 tim dari empat kecamatan ambil bagian dalam Turnamen Domino Piala Maliki PSI II yang digelar di Cafe Abu Bakar, Minggu (13/9/2026).
Empat kecamatan yang mengirimkan peserta yakni Bangko, Batu Hampar, Pekaitan dan Sinaboi. Turnamen tersebut diprakarsai dan didukung sponsor tunggal dr. Muhammad Maliki.
Jumlah peserta yang belum mencapai target awal justru menjadi catatan tersendiri. Panitia sebelumnya menargetkan 128 tim dengan pertandingan berlangsung selama dua hari.
Namun, keterbatasan waktu dan padatnya aktivitas, termasuk kesibukan aparatur sipil negara (ASN), membuat kompetisi dipadatkan menjadi satu hari dengan 38 tim peserta.
Bagi Maliki, kondisi tersebut tidak mengurangi tujuan utama kegiatan. Turnamen justru diharapkan menjadi pintu masuk untuk menemukan pemain-pemain potensial yang dapat dikembangkan ke tingkat lebih tinggi.
“Ini bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan mencari bibit atlet domino yang potensial,” ujar Maliki.
Menurut dia, domino telah menjadi permainan yang dekat dengan keseharian masyarakat Rohil, terutama di lingkungan warung kopi.
Karena itu, aktivitas yang selama ini identik dengan hiburan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan olahraga yang lebih terorganisasi.
Maliki mengatakan, pemain yang memiliki kemampuan dan potensi nantinya dapat dibina melalui Orado (Federasi Olahraga Domino) untuk mengikuti kompetisi pada level provinsi hingga nasional.
Langkah tersebut membuat turnamen tidak hanya diukur dari besarnya hadiah atau jumlah peserta.
Ada target lebih panjang, yakni membangun ekosistem olahraga domino di Rohil agar memiliki pemain yang mampu bersaing di luar daerah.
Dalam kompetisi kali ini, panitia menyiapkan hadiah sebesar Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2 juta bagi juara kedua, Rp1 juta untuk juara ketiga, serta Rp500 ribu untuk peringkat keempat.
Turnamen ini sebelumnya direncanakan berlangsung pada Agustus bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, padatnya agenda membuat pelaksanaan digeser hingga September.
Maliki memastikan kegiatan serupa tidak berhenti pada turnamen kali ini. Ia berencana kembali menggelar kompetisi domino pada momentum Hari Sumpah Pemuda mendatang.
Ketua Orado Rohil, Ebol menyampaikan apresiasi atas dukungan Maliki sebagai sponsor tunggal. Menurutnya, dukungan tersebut memberikan ruang bagi olahraga domino untuk berkembang dan semakin dikenal sebagai cabang olahraga yang memiliki sistem kompetisi.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ridho Rizky menjelaskan pertandingan menggunakan sistem gugur. Setiap tim beranggotakan dua pemain dan satu pemain cadangan.
“Untuk aturan permainan, kami menggunakan aturan resmi dari PB Orado. Jadi, turnamen ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet untuk bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Ridho.