PEKANBARU — Komitmen untuk memajukan dunia pendidikan di Provinsi Riau kembali ditegaskan dalam momen penting pelantikan kepengurusan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Wilayah Riau. Prof Dr Jimmi Copriady, M.Si secara resmi dilantik sebagai Ketua ADI Wilayah Riau untuk masa bakti 2025–2030.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum ADI, Prof DSc (HC) Ir. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., PhD pada Rabu malam di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau.
Dalam sambutannya usai dilantik, Prof. Jimmi yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau menyatakan kesiapan ADI Riau untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, yakni “Satu Rumah Satu Sarjana.”
“Kita semua bertanggung jawab memperbaiki kualitas pendidikan di Riau. ADI siap mendukung program Pemerintah Provinsi, terutama untuk mewujudkan satu sarjana di setiap rumah. Ini adalah langkah besar untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” tegas Prof. Jimmi.
Ia menegaskan bahwa ADI sebagai wadah para dosen lintas perguruan tinggi di Riau, harus menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan pendidikan, sekaligus menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah.
“ADI bukan hanya tempat berhimpun para dosen, tetapi juga ruang untuk berdialog dan memberikan masukan. Kita tentu mendukung program pemerintah, namun tidak menutup mata terhadap kekurangan. Kritik yang membangun adalah bagian dari tanggung jawab moral akademisi,” ujarnya.
Prof. Jimmi juga mengapresiasi seluruh panitia dan pengurus yang telah bekerja keras dalam menyukseskan pelantikan ini, meskipun harus membagi waktu di tengah kesibukan sebagai pendidik.
“Terima kasih kepada panitia dan rekan-rekan dosen yang hadir malam ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dalam menjalankan program-program ADI Riau ke depan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum ADI, Prof. Mohammed Ali Berawi, memberikan arahan kepada seluruh pengurus agar mampu menjalankan program kerja dengan baik dan responsif terhadap tantangan zaman. Ia menekankan bahwa dosen masa kini harus adaptif, tidak hanya kuat dalam sisi akademik, tetapi juga berperan aktif membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Tugas dosen hari ini bukan hanya mengajar, tapi juga mencetak lulusan yang siap kerja, kreatif, dan mampu bersaing. Dosen juga harus menjadi pengkritik yang solutif, bukan hanya mengomentari, tapi memberi arah dan jalan keluar,” jelas Prof Berawi.
Ia berharap ADI Wilayah Riau aktif menggelar berbagai kegiatan yang berdampak langsung bagi anggota dan berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, tidak hanya di Riau tetapi juga secara nasional.
Dengan pelantikan ini, ADI Wilayah Riau resmi memulai masa kerja baru dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan tanggung jawab akademik, untuk mendukung kemajuan pendidikan di Bumi Lancang Kuning.
Editor: Riki