PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat peningkatan signifikan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera.
Dari total 127 titik panas yang terdeteksi pada citra satelit, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni mencapai 101 titik.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan sebaran titik panas di Riau meliputi hampir seluruh kabupaten. Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan hotspot terbanyak sebanyak 21 titik, disusul Kampar dan Rokan Hilir yang masing-masing mencatat 20 titik.
“Total titik panas di wilayah Sumatera sebanyak 127, dengan 101 di antaranya berada di Provinsi Riau,” ujar Mari Frystine dalam keterangannya.
Adapun rincian sebaran titik panas di Riau yaitu Kabupaten Bengkalis 9 titik, Kampar 20 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 21 titik, Rokan Hilir 20 titik, Rokan Hulu 13 titik, Siak 10 titik, Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, dan Kota Dumai 2 titik.
Sementara di provinsi lain, Aceh terpantau 3 titik panas, Sumatera Utara 6, Kepulauan Riau 1, Sumatera Barat 2, Sumatera Selatan 5, dan Jambi 9 titik.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami musim kering. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang dapat mempercepat penyebaran api bila terjadi kebakaran.