PEKANBARU - Titik panas atau hotspot kembali terdeteksi di wilayah Sumatera pada Selasa sore, 31 Maret 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, jumlah hotspot mencapai 16 titik yang tersebar di beberapa provinsi.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengungkapkan bahwa Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak. "10 titik yang seluruhnya terpantau di Kabupaten Bengkalis. Sementara itu, Bangka Belitung tercatat sebanyak 5 titik dan Aceh 1 titik," ujarnya.
Kondisi ini turut memengaruhi jarak pandang di sejumlah daerah di Riau. Hingga pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru masih tergolong baik dengan 10 kilometer. Namun, di Rengat tercatat menurun menjadi 7 kilometer, Pelalawan 8 kilometer, dan Tambang sekitar 9 kilometer.
Pemprov Riau sendiri telah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak 13 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga 30 November 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kebakaran yang meningkat, terutama memasuki musim kering.
Selain itu, upaya penanganan juga terus dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Riau guna mengurangi risiko meluasnya kebakaran.