PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan masih membara di empat kabupaten di Riau: Kampar, Rokan Hilir, Siak, dan Bengkalis.
BPBD Damkar Riau menyebutkan bahwa tim gabungan terus berjibaku memadamkan api meski terkendala minimnya sumber air serta ketiadaan helikopter water bombing.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengatakan seluruh helikopter water bombing yang sebelumnya ditempatkan di Riau telah ditarik kembali oleh pusat karena kontrak operasi telah berakhir. Kondisi ini membuat pemadaman sepenuhnya menjadi tugas tim darat yang bekerja tanpa henti.
Upaya pemerintah provinsi tidak berhenti di situ. Pemprov Riau telah kembali mengajukan permintaan bantuan helikopter pemadam ke pemerintah pusat, mengingat titik-titik api masih muncul di beberapa daerah.
Dikutip dari MCRiau, meski begitu, Edy memastikan situasi Karhutla di Riau masih dalam kondisi terkendali. Sejumlah wilayah juga mulai diguyur hujan meski dengan intensitas rendah, sehingga membantu upaya penanganan di lapangan.
Sebelumnya, Riau memiliki 11 helikopter siaga untuk penanganan Karhutla, terdiri dari berbagai jenis armada pemadaman dan patroli, termasuk Blackhawk UH-60A, Mi-BAMT, Superpuma, Mi-8AMT, Kamov KA-320, hingga helikopter patroli Bell 505 dan Bell 412 SP. Saat ini, seluruh armada tersebut sudah ditarik kembali ke pusat.