PEKANBARU - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau meningkatkan kesiapsiagaan infrastruktur jalan selama arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dengan mendirikan 12 posko pantau di sejumlah ruas jalan nasional strategis yang menghubungkan Provinsi Riau dengan daerah tetangga.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta respons cepat terhadap potensi kerusakan jalan dan bencana alam selama periode libur panjang.
Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak mengatakan, posko-posko tersebut ditempatkan di titik-titik krusial yang rawan kepadatan, kerusakan jalan, hingga bencana seperti banjir dan longsor.
“Selama pelaksanaan Nataru, kami mendirikan 12 posko pantau. Petugas standby di lokasi, termasuk menyiagakan alat berat apabila terjadi kerusakan jalan atau longsor yang membutuhkan penanganan segera,” ujar Yohanis, Rabu (24/12/2025).
Selain berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi jalan, posko tersebut juga dibuka untuk masyarakat yang melintas agar dapat beristirahat sejenak maupun memperoleh informasi terkini terkait kondisi ruas jalan yang akan dilalui.
“Pengguna jalan yang sedang melakukan perjalanan jauh dan membutuhkan tempat istirahat bisa singgah di posko. Kami juga memberikan informasi kondisi jalan secara langsung,” tambahnya.
Sebanyak 12 posko pantau BPJN Riau tersebar di ruas-ruas jalan nasional, yakni:
1. Simpang Balam-Simpang Batang
2. Simpang Batang-Simpang Kulim
3. Duri Kandis
4. Rantau Berangin-Batas Sumatera Barat
5. Simpang Ujung Tanjung-Bagan Siapi-api
6. Simpang Kayu Ara-Batas Kabupaten Pelalawan
7. Simpang Lago-Siak Sri Indrapura
8. Simpang Lago-Sorek
9. Pematang Reba-Siberida
10. Tempuling-Tembilahan
11. Batas Taluk Kuantan-Muara Lembu
12. Taluk Kuantan-Batas Sumatera Barat
Yohanis mengungkapkan, total panjang jalan nasional di Provinsi Riau saat ini mencapai 1.258,90 kilometer dengan kondisi yang bervariasi.
“Dari total panjang tersebut, jalan dalam kondisi baik mencapai 545,51 kilometer atau 43,37 persen. Kondisi sedang sepanjang 623,55 kilometer atau 49,57 persen,” jelasnya.
Sementara itu, jalan nasional dengan kondisi rusak ringan tercatat sepanjang 86,06 kilometer (6,84 persen) dan rusak berat sepanjang 3,80 kilometer (0,22 persen).
Selain jalan, BPJN Riau juga bertanggung jawab atas 364 unit jembatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 33 jembatan rusak parah, 320 jembatan rusak sedang, serta 11 jembatan rusak ringan yang terus dipantau selama Nataru.
BPJN Riau juga telah memetakan sejumlah ruas jalan nasional yang rawan bencana.
Daerah rawan banjir teridentifikasi di ruas Siak Sri Indrapura–Mengkapan Buton Km 147 dan Simpang Lago–Sorek I Km 73.
Sementara ruas rawan longsor berada di:
1. Rantau Berangin-Batas Sumatera Barat
2. Duri-Kandis-Simpang Palas-Siak II Pekanbaru
3. Teluk Kuantan-Batas Sumatera Barat
“Pemetaan ini menjadi dasar kesiapsiagaan kami agar penanganan dapat dilakukan cepat dan tidak mengganggu arus lalu lintas Nataru,” pungkasnya.